Hai hai, dukung Profil Magetan ini agar menjadi kebangaan Indonesia di mata dunia, dengan voting video kami dan lihat video kami di youtube.
Cara melihat video profil Magetan kami di Youtube :
Link : Profil Kabupaten Magetan - Magetan The Sunset of East Java
Tolong di lihat dan di like yaa kawan ^^
Bawa Magetan ke tingkat Nasional yuk, agar lebih terkenal. Caranya :
Vote video Profil Magetan ini :
1. Klik link http://www.magetankab.go.id/lomba/index.php?r=peserta%2Fview&id=28
2. Lihat videonya yaa
3 Atau bisa langsung berikan penilaian kalian dengan meng-klik lingkaran hijau bertuliskan polling
4. Tuliskan Nama, alamat, alamat email dan vote kalian (Sangat baik, baik, atau kurang)
5. Klik kirim :D
6. Terima kasih bantuannya kawan ^^
Friday, September 14, 2012
Renungan Pagi: "DIALAH IBUMU: MAKNA KEHADIRAN" SANTA PERAWAN MARIA BERDUKA CITA
Bacaan Injil: Yoh 19:25-27
Banyak kata dan kalimat indah di kala orang lain bersedih dan berduka tak selamanya menghibur dan menyelesaikan masalah, tapi sebuah kehadiran yang penuh makna mampu berbicara banyak kepada jiwa yang menderita dan bersedih.
Itulah yang diperbuat oleh Maria ketika mengikuti jalan salib Yesus, Putranya sampai di bawah kaki salib. Sama seperti ia selalu menyimpan segala perkara di dalam hatinya, maka itu pun yang diperbuat oleh Maria, Bunda Yesus ketika melihat Sang Putra tergantung lunglai di Salib. Tidak ada kata yang terucap dari bibir keibuannya, tapi kehadirannya selalu memberi kekuatan bagi Sang Putra untuk menuntaskan misi yang diterima dari Bapa-Nya. Kehadiranya memberi kekuatan bagi Sang Putra untuk setia melaksanakan misi Bapa yang berat untuk menebus dosamu, dosaku, dan dosa kita semua.
Karena itu, di hari peringatan Santa Perawan Maria Berduka cita ini, tentunya Maria tidak meminta kita untuk bersedih, melainkan merenungkan dan menimbah kekuatan serta penghiburan dari ketabahannya menghadapi derita Sang Putra. Pesanku kepadamu sebagai sahabatku; "Di kalah sedih menimpahmu, di kala derita menerjangmu, tataplah wajah Sang Bunda....berlarilah kepadanya karena dialah Bundamu. Sama seperti kehadiran dan tatapan keibuannya selalu memberi kekuatan bagi Sang Putra dalam jalan salib-Nya, maka ia pun akan selalu menemanimu dalam derita apa pun yang Anda alami karena untuk itulah ia telah diberikan oleh Sang Putra kepadamu ketika berkata; "Lihatlah...Itulah ibumu.
Biarlah jiwamu selalu berseru; Terima kasih Yesus...karena Engkau telah memberikan Ibu-Mu kepadaku sebagai Bundaku."
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat...
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Sumber : Gereja Katolik
Wednesday, September 5, 2012
Menjadi Terang
Matius 5:14-16
"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Yesus mengingatkan murid-murid-Nya bahwa untuk memenuhi fungsinya, terang harus berada di tempat yang tepat, yaitu di tempat yang bisa dilihat orang. Bukankah "dilihat orang" itu terkesan sombong? Dalam konteks ini tidak, karena tujuannya adalah agar orang dibawa memuji Tuhan, bukan kebaikan manusia.
Berada di tempat yang tepat dimaksudkan agar fungsi terang itu maksimal. Di manakah terang paling berfungsi jika bukan di tempat yang gelap? Kapan orang membutuhkan cahaya untuk melihat kota di atas gunung atau beraktivitas di dalam rumah? Bukankah pada saat gelap meliputi?
Kerap kali pelita orang kristiani "tersembunyi" selama hari kerja, karena yang dianggap pelayanan hanyalah aktivitas hari Minggu di gereja. Padahal, dunia yang butuh diterangi itu mencakup semua bidang kehidupan -hukum dan pemerintahan, bisnis dan ekonomi, kesehatan dan pendidikan, media, bahkan seni, dan hiburan.
Ketika menjumpai "kegelapan" di negeri ini, biarlah kita tidak putus harapan, tetapi justru bersemangat, karena di sanalah kesempatan yang sesungguhnya menjadi terang dunia.
"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Yesus mengingatkan murid-murid-Nya bahwa untuk memenuhi fungsinya, terang harus berada di tempat yang tepat, yaitu di tempat yang bisa dilihat orang. Bukankah "dilihat orang" itu terkesan sombong? Dalam konteks ini tidak, karena tujuannya adalah agar orang dibawa memuji Tuhan, bukan kebaikan manusia.
Berada di tempat yang tepat dimaksudkan agar fungsi terang itu maksimal. Di manakah terang paling berfungsi jika bukan di tempat yang gelap? Kapan orang membutuhkan cahaya untuk melihat kota di atas gunung atau beraktivitas di dalam rumah? Bukankah pada saat gelap meliputi?
Kerap kali pelita orang kristiani "tersembunyi" selama hari kerja, karena yang dianggap pelayanan hanyalah aktivitas hari Minggu di gereja. Padahal, dunia yang butuh diterangi itu mencakup semua bidang kehidupan -hukum dan pemerintahan, bisnis dan ekonomi, kesehatan dan pendidikan, media, bahkan seni, dan hiburan.
Ketika menjumpai "kegelapan" di negeri ini, biarlah kita tidak putus harapan, tetapi justru bersemangat, karena di sanalah kesempatan yang sesungguhnya menjadi terang dunia.
DI MANAKAH ANDA DAN SAYA SEHARUSNYA BERADA
AGAR BANYAK ORANG MELIHAT KEBENARAN DAN MEMULIAKAN TUHAN?
Salam Kasih..
Tuhan memberkati..
Sumber : Piter Victor Wijaya Oei
Subscribe to:
Comments (Atom)

