Sunday, March 31, 2013

Renungan Harian 31 Maret - 7 April 2013


KEBANGKITAN YESUS MENEGUHKAN IMAN KITA
(Yoh 20:1-18)
Yes 65:17-25; Mzm 118:1-2, 14-24; 1Kor 15:19-26
Minggu ini kita memperingati dengan sukacita kebangkitan Tuhan Yesus. Kisah penderitaan dan kematian Tuhan Yesus sebagai manusia yang tidak berdosa namun harus menerima disalibkan, membuat sekilas hati kita sedih tetapi sekaligus bangga dan bersyukur akan keputusan-Nya untuk bersedia mati dalam usia-Nya yang muda. Maria datang ke kubur Yesus di hari pertama setelah sabat dan disitulah Maria melihat dan menyadari tubuh Yesus telah tiada. Ia lantas panik dan rangkaian kisah inilah bacaan kita mingggu ini yang memberi kita beberapa hikmat dalam mengikuti Dia.

Pertama, Hati yang Terus Mengasihi Yesus. Maria Magdalena datang pagi-pagi sekali dalam kesunyian kubur untuk meminyaki Yesus. Maria memperlihatkan kasih kepada Yesus karena ia telah menerima kebaikan dari Yesus. Roh jahat telah diusir dari dirinya dan dosanya yang besar itu telah diampuni Yesus dan Yesus menerimanya dengan penuh kasih.
Kedua, Kuasa Kebangkitan.Maria menemui makam Yesus yang kosong. Maria dalam konteks ini tidak bisa mengenali karena matanya penuh air mata, dan kedua arah pandangannya masih ke makam. Ini memberi kita pelajaran penting bahwa air mata dapat menutupi cara kita melihat dan menutupi sukacita kita. Ketika kita fokus pada diri kita akan kesedihan, permasalahan, penderitaan, dan airmata, maka kita akan kehilangan kesempatan melihat hadirnya Yesus dalam hidup kita
Ketiga, Tugas untuk Memberitakan . Inilah tanggungjawab pengutusan kepada kita. Sebagaimana Maria akhirnya bersukacita dan meneriakkan “aku telah melihat Tuhan”, maka kita pun dipanggil untuk melakukan hal yang sama dengan Maria dalam kehidupan kita. Kita melihat Tuhan berarti mengakui perbuatan-Nya berupa penebusan kepada kita dan pemberian-Nya berupa penyertaan setiap saat dan hidup kekal selamanya.

­­­Senin, Kis 2:14,22-32; Mzm 16; Mat 28:8-15
Kebangkitan Yesus menandakan bahwa Ia benar-benar anak Allah yang diutus ke dunia untuk menebus dosa manusia. Kita harus mewartakan kabar tersebut ke dunia sekitar kita agar Kerajaan Allah semakin terpancarkan.
Selasa, Kis 2:36-41; Mzm 33; Yoh 20:11-18
Yesus menegaskan kepada Maria bahwa kebangkitanNya merupakan awal dari era baru, dimana umat percaya akan dipenuhi oleh kehadiranNya dan karunia pembaharuan yang menyeluruh.
Rabu, Kis 3:1-10; Mzm 105; Luk 24:13-35
Ketidaksadaran murid Yesus akan kehadiranNya mengingatkan kita bahwa kita harus membuka hati kita lebih dalam padaNya dan mengabarkan kabar itu kepada orang disekitar kita.
Kamis, Kis 3:11-26; Mzm 8; Luk 24:35-48
Yesus bangkit, hidup berpijak pada kenyataan yang ada, yakni murid-muridNya, jerih payah mereka, suka duka, dan kesederhanaan mereka. Itulah hal  yang harus kita sadari.
Jumat, Kis 4:1-12; Mzm 118; Yoh 21:1-14
Yesus tetap sama, baik sebelum kematianNya, demikian juga setelah kebangkitanNya, bahkan hingga saat ini. Dia menolong dan menjawab pergumulan hidup manusia.
Sabtu, Kis 4:13-21; Mzm 118; Mrk 16:9-15
Injil adalah kabar baik, maka memberitakan Injil berarti  memberitakan atau menyebarluaskan apa-apa yang baik,menyelamatkan dan membahagiakan diri kita sendiri maupun orang lain.
Minggu Paskah II, Kis 5:12-16; Mzm 118;
Yoh 20:19-31
Tuhan menggunakan watak dan pribadi Thomas yang ada untuk lebih percaya. Tuhan menyapa Thomas melalui situasi pribadi dan wataknya yang kgas, yang kadang dianggap oleh orang kurang baik. Kita juga memiliki kekhasan yang berbeda dengan lainnya, tetapi Tuhan tetap mencintai, menyapa dan mau menggunakan kita masing-masing dengan kekhasan kita dalam kasyaNya.

Sunday, March 24, 2013

Renungan Harian Katolik 24-31 Maret 2013


 Yes 50:4-7; Mzm 22; Flp 2:6-11; Luk 22:14-23:56

            Minggu Palma sering disebut juga mengenang sengsara Tuhan. Di saat akhir hidup Yesus terlihat Dia begitu tenang dan siap menghadapi maut yang tak terelakkan. Di sinilah kita diajar untuk jadi orang besar sebab diberi semangat hidup saat mengalami derita, masalah dan kesulitan hidup. Anugerah apa yang Yesus wariskan untuk kita?

            Anugerah pertama, bagaikan cawan dan roti yang siap dipecah dan dibagi-bagikan. Kehidupan diraih dengan keberanian kita untuk dipecah dan dibagikan bagi sesama. Kita diminta untuk berbuat dan mengenangnya. Beranikah berkat dan rahmat yang kita terima dari Allah dipecah-pecah dan dibagi-bagikan untuk sesama kita agar mereka beroleh hidup?
            Anugerah kedua, Yesus diberi kuasa bukan untuk kekerasan, mencari jabatan, gila hormat dan memerintah dengan tangan besi melainkan untuk melayani dan mengasihi. Yesus memberi contoh sebagai pemimpin yang melayani. Kita harus berada di tengan sebagai pelayan bagi sesama. Inilah panggilan dan perutusan hidup kita: hamba yang melayani.
            Anugerah ketiga, Berdoalah jangan sampai kita jatuh dalam pencobaan. Inilah anugerah penting bahwa hidup kita banyak cobaan, maka jangan sampai kita tidur alias tak menghasilkan apa-apa. Doa yang sunngguh-sungguh membuat kita kuat menghadapi godaan dan cobaan apa pun.
            Anugerah keempat, meski Dia mau mati, ada derita Yesus justru masih memberi berkat puteri Yerusalem dan mengampuni mereka. Saat kita menderita sikap, perbuatan dan tutur kata apa yang bisa kita sumbangkan untuk menuliaan Allah dan kebaikan sesama? Hebat sekali seorang kepala pasukan bersaksi: sungguh orang ini adalah orang besar.

­­­Senin, Yes 42:1-7; Mzm 27; Yoh 12:1-11
2 sikap menjelang sengsara Yesus: ketidaktulusan Yudas Iskariot dalam memperhatikan orang miskin, kedok untuk obsesi harta kekayaan sebaliknya Maria menunjuk perbuatan tulus dan Tuhan suka.
Selasa, Yes 49:1-6; Mzm 71; Yoh 13:21-33.36-38
Yudas berkhianat tapi Petrus menyangkal, kalau Yudas Iskariot tak bertobat, Petrus menyesal dan bertobat. Yudas mati gantung diri, Petrus sebagai pemimpin.
Rabu, Yes 50:4-9a; Mzm 69; Mat 26:14-25
Yudas berkhianat memakai kedok dengan cara mencium, bukan aku Tuhan? Kejahatan dinbungkus dengan sikap suci, saleh, alasan keagamaan. Waspadai sikap memakai kedok atau topeng tapi hatinya jahat.
Kamis Putih, Kel 12:1-8,11-14; Mzm 116;
1Kor 11:23-26; Yoh 13:1-15
Hidup itu melayani begitulah yang dihayati Yesus dalam pembasuhan kaki. Melayani membutuhkan kerendahan hati, ketulusan dalam bekerja, dalam pelayanan ada penebusan dan tindak penyelamatan jiwa.
Jumat Agung, Yes 52:13-53:12; Mzm 31;
Ibr 4:14-16; 5:7-9; Yoh 18:1-19:42
Jumat agung, Dimana letak keagungannya? Keagungannya terletak bahwa Yesus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Yesus disalib karena kita berdosa. Dia tidak melawan dengan kekerasan melainkan kelembutan dan kasih serta pengampunan.
Sabtu Suci, Kej 1:1-2:2; Mzm 104; Luk 24:1-12
Yesus bangkit dari kubur, Dia mengalahkan kematian. Ia membawa perubahan dan memberi hidup baru dan hati batu agar kita bangkit dari kegagalan dan maju dalam kasih.
Minggu Paskah, Kis 10:34.37-43; Mzm 118; Kol 3:1-4;
Yoh 20:1-9
Kebangkitan Yesus menuntun kita untuk hidup bersama Tuhan dan makin hidup dalam kegembiraan dan harapan bagi dunia sekarang ini.


Saturday, March 23, 2013

Wujudkan Pilkada Magetan 2013 Yang Damai dan Bersih !!

  Hai teman-teman, masih bersama Stanley Wijaya dalam website kesayangannya yaitu www.faktakita.com yang akan selalu setia menemani kalian di waktu dan kesempatan yang ada. Holaa!! Gimana kabar nih? Baik kan? Wah, Fakta Kita lama ga update nih, tapi kali ini saya akan mencoba up date tentang sesuatu yang akan dilaksanakan di daerah saya, yaitu pilkada. Beriringan dengan itu, saya berniat mengikuti lomba blog yang mempunyai keyword "Wujudkan Pilkada Magetan 2013 Yang Damai dan Bersih". So, mau tau nih isinya apa? Check this out yaa..

Sumber gambar : google.co.id

   Pilkada, siapa yang tidak tau dengan kegiatan ini. Kegiatan ini adalah bentuk berdemokrasi yang diadakan setiap jenjang waktu yang disediakan. Nah, kali ini kotaku yaitu kota Magetan akan mengadakan pilkada lo.. Untuk kampanye dari masing-masing calon itu sendiri akan dilaksanakan dari tanggal 7-20 April 2013. Dan pemilukada akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 2013. Kalian sudah kenal dengan masing-masing calonnya belum nih? 

Sumber gambar : google.co.id

Nomor Urut 1 : Sumantri dan Samsi (SMS)
Nomor Urut 2 : Nanik Karsini dan Sugiho Pramono (NasPro)
Nomor Urut 3 : Djowo Prabowo dan Hartoto (Djowo Toto)

  Nah, bagi teman-teman yang ikut kampanye silahkan berkampanye loo. Asal jangan rusuh dan terprovokasi sehingga bisa menciptakan konflik yang dapat merugikan orang banyak. Mari kita sama-sama berprinsip Wujudkan Pilkada Magetan 2013 Yang Damai dan Bersih , agar Magetan lebih terpandang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat. Boleh berkampanye, boleh menjunjung tinggi calon bupati kita nanti, namun jangan merendahkan calon lainnya lo teman.

  Lebih penting dari semua itu, ayo kawan-kawan jangan lupa menggunakan hak pilih kita di TPS yang sudah disediakan. Satu suara dari kalian sangat penting untuk menjunjung Magetan untuk semakin maju lo. Hak pilih kalian jangan sampai terbengkalai, bisa bisa nantinya Magetan tidak akan maju loo. So, untuk Magetan yang lebih maju. Ayo ikutan pakai hak pilih di Pilkada Magetan 2013 pada tanggal 24 April 2013 nanti... Suara kalian akan menentukan nasib Magetan 5 tahun yang akan datang loo..

  Teman-teman jangan sampai bingung lo memilihnya, harus memilih dengan hati nurani bukan dengan paksaan. Budayakan cerdas, cermat dan bijak dan tidak mudah terprovokasi. Apa artinya??

Cerdas : Di Pemilu Magetan 2013 ini, sebagai warga Magetan kita harus cerdas dalam memilih. Kita harus berpandangan ke depan untuk melihat siapa yang pantas membawa Magetan ini selama 5 tahun ke depan.

Cermat : Kita harus cermat memilih wakil-wakil kita di Pemilu Magetan 2013 ini, siapa yang pantas dan siapa yang memang kurang memenuhi kriteria kita. Jangan memilih dengan asas 'karena kenal'. Pilihlah dengan obyektif untuk membawa Magetan lebih maju !!

Bijak : Sebagai pemilik hak pilih, kita harus memanfaatkan suara yang kita punya secara bijak. Sempatkan satu hari tersebut untuk memilih wakil-wakil kita nantinya. Lagipula, hanya beberapa menit kita memilih di lembar pemilihan di TPS. Mudah kok :)

  Dan yang lebih penting, bertindak sportif yaa. Siapapun bupatinya, sudah dipercayakan oleh warga Magetan secara dominansial, jadi jangan terprovokasi. Sumbangkan ide pemikiran kalian pada tempatnya, dan menang kalah itu biasa kok. So, Wujudkan Pilkada Magetan 2013 Yang Damai dan Bersih yaa !!! Jangan sampai salah pilih bupati loo :D

  Demikian  postingan saya kali ini,bila ada kata yang kurang sopan saya minta maaf dan bila ada lebihnya itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih.

"Wujudkan Pilkada Magetan 2013 
Yang Damai dan Bersih"

Sunday, March 17, 2013

Renungan Harian Katolik 17-24 Maret 2013


 Yes 43:16-21; Mzm 126; Flp 3:8-14; Yoh 8:1-11

            Yesus tahu bahwa perempuan itu bersalah, berdosa, namun yang hebat adalah Yesus bukannya menghukum melainkan malah mengampuni, dan memberi kesempatan untuk hidup lebih baik. Beranikah kita menyadari berapa pentingnya sebuah pengampunan? Bagaimana harusnya mengampuni itu?

            Pertama, Yesus tidak mengingat hal-hal dulu dosa perempuan itu. Justru yang dilakukan Yesus memberi peluang untuk bangkit dengan harapan dan masa depan baru.
            Kedua, Pengampunan justru membuat perempuan itu mengenal Tuhan semakin dalam akan kasih dan kerahimanNya. “Aku tak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang”.
            Ketiga, Ketika orang banyak dan Orang Farisi mungkin menyeret, menghujat, menghakimi dan melempari dengan batu, tetapi Yesus membungkuk (menyetarakan diri, berempati) menulis ke tanah. Bukan menyetujui dosanya melainkan belajar memahami dan mengerti sebuah kelemahan dan kerapuhan manusia yang sering jatuh dalam dosa. Memberikan peneguhan bahwa ia bisa bertobat, melupakan sampah dosa dan belajar memperoleh Kristus.
            Keempat, Siapakah yang tak pernah berdosa? Yesus ingin agar kita bercermin diri, bahwa ternyata setiap orang pernah melakukan dosa. Maka baiklah kita tak boleh langsung menghakimii dan menghukum mereka. Lebih tepat perbaiki dulu diri kita, benahi apa yang masih kurang dan tingkatkan untuk lebih berbuat kasih pada orang yang sulit bertobat. Tegurlah sesama kita dengan kasih dan kelembutan sebab kita pun juga bisa berbuat dosa pula. Tujuan Allah memberi kesempatan lagi adalah agar kita sadar dan bertobat. Karena itu ampunilah kesalahan orang, hiduplah dalam kasih dan damai Allah.

­­­Senin, Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-62; Mzm 23;
Yoh 8:1-11
Menghakimi adalah tindakan orang yang tak mengenal Allah, dosa dan merugikan banyak orang. Yesus justru menunjukkan pengampunan dan beri kesempatan untuk memperbaiki diri. Jangan berbuat dosa lagi.
Selasa, 2 Sam 7:4-5a,12-14a; Mzm 89; Rm 4:13,16-18,22; Mat 1:16,18-21,24
Keterpilihan St Yusuf menjadi ayah untuk mendampingi Maria dan Yesus, menggugah para ayah bahwa berapa pentingnya sikap takwa dan lurus hati untuk mengurus keluarga dengan iman yang kuat.
Rabu, Dan 3:14-20,24-25,28; Yoh 8:31-42
Karya perbuatan Yesus menunjukkan bahwa ia datang ke dunia atas kehendak Allah. Karya Yesus mengungkapkan keluhuran kasih Bapa di tengah dunia.
Kamis, Kej 17:3-9; Mzm 105; Yoh 8:51-59
Dengan mentaati dirman Tuhan, maka setiap orang akan beroleh keselamatannya di dalam Yesus, sebaliknya orang yang menyangsikan Yesus akan jatuh ke dalam maut. Sabda Allah adalah sabda yang memberi hidup.
Jumat, Yer 20:10-13; Mzm 18; Yoh 10:31-42
Prasangka kerapkali menutup mata hati seseorang untuk menemukan kebenaran. Pekerjaan yang dilakukan Yesus mengantar untuk semakin mengenal dan mencintai Allah. Jangan ragukan karya Allah.
Sabtu, Yeh 37:21-28; Yer 31; Yoh 11:45-56
Kebencian mengantar orang kepada tindakan kejahatan. Karena kehilangan simpati, tidak sedikit orang tidak mampu melihat perbuatan kasih. Rencana pembunuhan adalah bukti bahwa orang telah tertutup hatinya oleh kebencian dan iri hati.
Minggu, Yes 50:4-7; Mzm 22; Flp 2:6-11;
Luk 22:14-23:56 (Minggu Palma)
Tujuan kedatangan Yesus di dunia adalah untuk mewujudkan Kerajaan Allah, Kerajaan kasih dan damai. Meski harus menderita di salib, CintaNya telah mengalahkan maut.

Thursday, March 14, 2013

Renungan Harian Katolik 10-17 Maret 2013

Minggu Prapaskah IV
Yos 5:9a; Mzm 34; 2Kor 5:17-21; Luk 15:1,3,11-32
            Pintu kehidupan yang lebih baik dan benar adalah bertobat. Sebab pertobatan menjadi titik awal yang baik untuk bangkit dari keterpurukan. Orang bertobat dia sadar akan kasih Allah dan ia bertekad kembali pada Allah untuk memulai hidup dalam Roh. Nah bagaimana kita bertobat?


            Pertama, menyadari bahwa akibat dosa yang sangat mengerikan. Bila kita simak kisah anak yang hilang itu maka akan kita jumpai bahwa dosa selalu memusat pada nafsu kepentingan pribadi. Berfoya-foya, jauh dari Allah, hidup dalam kelaparan dan kemelaratan rohani, menganggap diri benar, bahkan karena dosa itu mengakibatkan si sulung iri, marah dan benci tidak mau ikut dalam kegembiraan pesta.
            Kedua, bertobat itu berarti berbalik atau pulang kepada Allah. Ketika si bungsu sadar akan keadaannya, dia menyesal dan mau pulang ke rumah bapanya. Jadi langkah tonbat itu sadar akan kasih Allah dan bahaya dosa, menyesal dan stop dosa, berbalik pada Allah, bertekad berdamai dengan Allah, mau membaharui diri untuk meninggalkan dosa, dan makin setia padaNya. Menjaga diri dalam doa, membaca firman Allah, ikut dalam kegiatan Gereja, memaafkan dan konsisten dalam berbuat baik.
            Ketiga, bertobat itu karena kasih karunia Allah. Lihat apa yang dilakukan Bapanya, Dia selalu meninggu anaknya kembali, bertobat,. Ketika dari jauh anak itu kembali, Bapaknya lari, mendahului menjemput merangkul, mencintai dan menciumnya. Memang anak itu berkata menyesal namun belum selesai bicara, bapanya sudah menyela dan merangkul dan mengampuni maah diberi cincin, jubah dan sukacita karena anaknya bertobat dan pulang kembali.

­­­Senin, Yes 65:17-21; Mzm 46; Yoh 4:43-54
Bagaimana meraih mujizat Allah, berkah dan rahmatNya? Dengan kerja keras datang pada Tuhan dan iman yang berserah pada Tuhan serta doa yang tekun menghasilkan kesembuhan atau mujizat Allah.
Selasa, Yeh 47:1-9; Mzm 46; Yoh 5:1-3a,5-16
Bagaimana memperoleh kesembuhan? Mengalami rasa sakit, ketakutan, kekuatiran, lalu diproses oleh Allah agar manusia belajar percaya, bergaul kembali denganNya dan tekad untuk jangan berbuat dosa lagi.
Rabu, Yes 49:8-15; Mzm 145; Yoh 5:17-30
Tuhan datang ke dunia untuk melaksanakan pekerjaan Bapa: menyelamatkan dan memberi hidup. Tugas kita pun meneruskan pekerjaan Tuhan, Untuk itu bekerjalah dengan iman yang teguh, seperti Tuhan Yesus.
Kamis, Kel 32:7-14; Mzm 106; Yoh 5:31-47
Bagaimana bersaksi tentang Tuhan? Dengan bersukacita dan bersemangat saat melaksanakan karya Tuhan. Lalu tekun dan setia menjalani karya itu, dan kesaksian itu hanya untuk kemuliaan Tuhan dan membuat orang lain mengalami kasih dan damai Allah.
Jumat, Keb 2:1z,12-22; Mzm 34; Yoh 7:1-2,10,25-30
Bagaimana menyadari kehadiran Yesus di tengah kita? Dengan cara meninggalkan cara hidup manusia lama dan belajar hidup sebagai manusia baru. Sadar bahwa kita wakil kehadiran Tuhan, perwujudkan kasih Allah di tengah hidup sehari-hari.
Sabtu, Yer 11:18-20; Mzm 7; Yoh 7:40-53
Ancaman, penangkapan yang Yesus alami tak membuat Dia takut. Justru di sanalah Yesus memberi kesaksian dan menyatakan kebenaran hidup.
Minggu, Yes 43:16-21; Mzm 126; Flp 3:8-14;
Yoh 8:1-11
Yesus tahu bahwa perempuan itu bersalah, berdosa, namun yang hebat adalah Yesus bukannya menghukum melainkan malah mengampuni dan memberi kesempatan untuk hidup lebih baik. Beranikah kita menyadari dosa dan bertobat?

Renungan Harian Katolik 3-10 Maret 2013

Kel 3:1-8.13-15; Mzm 103; 1Kor 10:1-6.10-12, Luk 13:1-9
            Bicara soal nasib dan takdir masih ada perdebatan. Apakah nasib dan takdir itu garis dari Tuhan ataukah hasil dari perjuangan kita? Benar bahwa awalnya Tuhan merancang perkara-perkara besar bagi kita. Namun dalam perjalanan waktu keadaan kita berubah, bahkan yang sering kali membuat nasib atau takdir hidup kita tak baik adalah diri kita. Firman Allah minggu prapaskah ketiga ini bagaimana kita memulihkan nasib kita di kemudian hari.

            Pertama, Kita belajar dari Musa, bahwa nasib ditentukan bukan banyaknya materi, benda, hal-hal yang kita miiliki melainkan oleh jalan merendahkan diri mau diutus oleh Tuhan. Kerendahan hati adalah jalan memulihkan nasib dan takdir kita.
            Kedua Bila kita belajar dari Injil hari ini keburukan dan keadaan hidup kadang tidak ada sangkut pautnya dengan dosa melainkan ketidakmampuan kita untuk berperang, ketidaksiapan kita untuk belajar, atau karena kemalasan dan karakter yang tidak baik dalam diri kita alias kita tak mau bertobat. Sehingga itu semua mempengaruhi nasib dan takdir kita. Kita tak siap menghadapi “mata pelajaran baru” (pendidikan) yang Tuhan mau kasih.
            Ketiga, Belajar dari bacaan kedua, surat korintus bahwa kehidupan bangsa Israel di padang gurun adalah sebuah peringatan rohani bagi hidup kita. Kita mesti memanfaatkan kegagalan sebagai peluang yang Tuhan buka. Jangan sampai kita gagal mengerti rencana Allah untuk hidup kita. Oleh karena itu, taatilaj perintah Allah, belajar merendahkan diri, tunduk pada ajaranNya dan mau diproses, maka Tuhan akan memberikan kekuatan kita untuk bangkit dan menikmati hidup berkelimpahan. Nasib dan takdir hidup kita justru ditentukan saat kita mau bekerja sama dengan Allah.

­­­Senin, 2 Raja 5:1-15a; Mzm 42; Luk 4:24-30
Kesombongan, tak menghargai, merendahkan orang menjadi alasan mengapa rahmat dan berkat Allah tak hadir dalam hidup kita. Hanya imanlah yang membuat mukjizat itu hadir dalam hidup kita.
Selasa, Daniel 3:25.34-43; Mzm 25; Mat 18:21-35
Pengampunan itu tak ada batasnya, bukan tergantung banyaknya kita memaafkan. Tetapi lebih terarah pada hati yang penuh belaskasih. Belaskasih dan ampun membuat orang bertobat, sebaliknya dendam, menghantar pada kehancuran dan kejahatan lainnya.
Rabu, Ul 4:1,5-9, Mzm 147; Mat 5:17-19
Melaksanakan hukum dan perintah Tuhan dengan ketaatan membawa hidup kita bahagia. Sebab hukum dan perintah Tuhan sesuai dengan kehendak Allah, namun jika menyimpang, hidup kita menuai bencana. Jadi waspadalah. Taati perintah Tuhan dengan cinta.
Kamis, Yer 7:23-28; Mzm 95; Luk 11:14-23
Apa ciri orang dirasuk oleh Setan? Selalu membuat orang menderita, memecah belah, tak mencintai kebenaran dan selalu berbuat dosa dan kebohongan.
Jumat, Hos 14:2-10; Mzm 81; Mrk 12:28b-34
Tuhan menunjukkan apa yang paling penting dari hidup ini yakni mencintai Allah dan mencintai sesama. Keduanya diperlukan untuk memasuki Kerajaan Allah.
Sabtu, Hos 6:1-6; Mzm 51; Luk 18:9-14
Apa yang Allah mau dari diri kita? Bukan kurban bakaran, ibadat lahiriah sebuah kesalehan palsu melainkan cinta kasih, tobat, kerendahan hati. Dengan mengakui kelemahan, rahmat Allah menyempurnakan.
Minggu, Yos 5:9a, 10-12; Mzm 34; 2Kor 5:17-21;
Luk 15:1,3,11-32 (Minggu Prapaskah IV)
Tobat itulah yang dijalani anak yang hilang. Dosa telah membuatnya jauh dari Allah, hidup dalam kelaparan dan kemelaratan rohani, hanya dengan kembali pada Allah, menyesali dosa, kita memnbaharui diri untuk meninggalkan dosa, makin setia padaNya.


Tuesday, March 5, 2013

Duta IM3!! Satu Hati, Sati Jiwa, Selamanya!!

  Hai teman-teman, masih bersama Stanley Wijaya nih dalam blog kesayangannya yaitu www.faktakita.com yang akan selalu menemani kalian semua di waktu dan kesempatan yang ada. Hollaa!! Bagaimana kabarnya nih? Semoga baik-baik saja yaa. Nah, dalam postingan kali ini saya akan share tentang pengalaman saya nih di kota Madiun kemarin. Yap, saya mendaftar sebagai Duta IM3. Mau tau ceritanya? So, check this out yaa..


  Duta IM3 adalah suatu wadah dimana kita bisa menambah pengalaman dan pastinya menambah teman. Nah, Provider IM3 ini kemarin menyaring calon-calon duta IM3 loo teman-teman. Lokasinya ada di Galeri Indosat Lantai 3 yang berada di Jalan Panglima Sudirman nomor 16 Madiun. Sejak pukul 07.00 pagi, puluhan peserta pun mendatangi galeri ini. Peserta ini didominasi oleh kota Madiun sendiri, namun begitu kota sekitarnya juga banyak yang ikut kok, seperti kota Magetan, Ngawi, dan sekitarnya. Berjuta semangat dan juga antusias sangat jelas terpancar dari raut wajah mereka loo..








  Untuk menjadi Duta IM3 ini, berbagai tes pun harus dijalani. Tes pertama adalah tes tulis dan tes psikologi. Pada tes tersebut, para peserta harus menjawab soal-soal yang sudah disediakan oleh panitia. Nah, tes selanjutnya adalah tes talenta dan wawancara. Wah, jujur aja deh ya, pada tes ini saya sendiri kaget loo. Banyak banget talenta yang bagus yang ditampilkan oleh tiap peserta, mulai dari menyanyi, dance, modeling, nyanyi tembang jawa, dan ada yang bermain sulap juga loo (itu saya sendiri, hehe). Dari semua talenta tersebut, juri memberikan applause karena di tahun sebelumnya bahkan sejak awal dibentuk belum pernah menemukan talenta seperti itu. Wah, applause deh buat sobat IM3!!! :D





  Berbagai games pun juga diadakan untuk mencairkan suasana sambil menunggu waktu giliran tampil talenta. Seiring bertambahnya jam, akhirnya tes pun selesai. Tes hari ini diakhiri oleh menyanyi dan berjoget bersama antara peserta dan Duta IM3 sebelumnya. Wah, seru banget deh sumpah!! Kalian ga bakal nyesel kalo ikut acara ini. Kalian bisa punya kenalan teman baru, bahkan yang paling penting kita juga mendapatkan pengalaman yang berharga di kehidupan kita ini.


  Demikian postingan kali ini, bila ada kata yang kurang sopan saya minta maaf dan bila ada lebihnya itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih...

 Duta IM3!!!!
"Satu Hati, Satu Jiwa, Selamanya !!!"