Wednesday, January 30, 2013

Regina Pacis Magetan : KOKI Edisi 192

Amsal 9:1-6;Mzm 34;Yoh 6:51-58
            Yesus menyatakan diriNya sebagai Roti hidup. Apa maksudnya bagi hidup kita orang Katolik? 
            Pertama,  kita sadar bahwa kita butuh Yesus, Roti hidup yang  sanggup memuaskan “kelaparan” hati kita. Justru lewat  Roti hidup, hidup kita diubah  dari mementing diri sendiri menjadi pribadi yang peka dan peduli pada sesama. Melalui Roti hidup, kita dikenyangkan dan dipuaskan sehingga kita dapat bersyukur, menerima diri apa adanya.
            Kedua, Kita memerlukan roti hidup agar hidup kita dalam kelimpahan, sebab Yesus itu sumber pertumbuhan kita. Jika kita makan roti hidup, pandangan hidup kita diubah dari duniawi menjadi ilahi. Kita benar-benar dipuaskan oleh roti hidup sehingga jiwa kita sehat, makin sabar menghadapi persoalan hidup, dan penuh kasih pada sesama, 
            Ketiga, “Barang siapa makan dagingku dan darahku, Allah tinggal di dalam dalam kita dan kita di dalam Allah.” Penyertaan Allah ini membuat hidup kita sehati sejiwa denganNya. MisiNya adalah misi kita. Kita diutus untuk berbagi kasih, bahkan sanggup berjuang untuk mewujudkan rancangan Allah secara nyata dalam hidup sehari-hari. Sudahkah kita menjadi roti hidup bagi orang lain?


Senin, Yeh 24: 15-24, Mat 19:16-22
Salah satu syarat kesempurnaan yakni mengandalkan Allah dan bukan yang lain di luar Allah.
Selasa, Yeh 28:1-10, Mat 19:23-30
Kalau kita memiliki iman akan Allah, kita akan membawanya hingga kekal
Rabu, Yeh 34:1-11, Mat 20:1-16a
Tuhan tahu apa yang paling kita butuhkan dalam kehidupan kita.
Kamis, Yeh 36:23-28. Mat 22:1-14
Kita diminta untuk mempersiapkan diri sehingga layak dan pantas masuk ke dalam perjamuan bersama Dia.
Jumat, Why 21:9b-14, Yoh 1:45-51
Tuhan sungguh mengenal hati kita yang paling dalam. Kita datang padaNya dan menyerahkan diri apa adanya.
Sabtu, Yeh 43:1-7a, Mat 23:1-12
Kita harus meninggalkan kemunafikan kita. Hiduplah dengan penuh integritas apa yang kita katakan dengan apa yang kita lakukan.
Minggu, Yos 24:1-2a,15-17,18b;
ef 5:21-32; Yoh 6:60-69
Apa arti Mengikuti Yesus bagi orang katolik? Pertama, kita mesti punya komitmen diri untuk berserah total pada Allah. Kedua, kita mesti setia hanya pada Allah apa pun resikonya. Ketiga, setia pada Allah harus menjamin mutu hidup kita setia dengan tangungjawab sehari hari sekalipun ada tantangan.

Hindangan tetap: Tanggungjawab bersama segenap umat Paroki

            Tugas Gereja untuk melaksanakan perutusan Kristus adalah tugas perutusan seluruh umat Allah yang di dalam Gereja Partikular terdiri dari paroki-paroki. Konsili Vatikan II secara eksplisit menyatakan bahwa paroki adalah perwujudkan nyata dari Gereja. Sacrosantum Concillium, 42,1 dan Lumen Gentium 26,1;28,2 dengan sangat jelas menyatakan bahwa paroki merupakan “representasi” Gereja yang kelihatan di dunia. Kata “representasi” berarti tanda kehadiran, tanda adanya suatu realitas konkret dari Gereja Universal di dunia. Paroki adalah tanda kehadiran nyata Gereja di dunia.
            Berparoki berarti bersama menggereja. Paroki adalah urusan bersama. Tentu saja pelaksanaan konkretnya membutuhkan pembagian tugas yang jelas dan organisasi yang mantap, mentalitas yang memadai, kepemimpinan yang partisipatif, cara kerja yang konseptual-sistematis, tetapi itu semua adalah sarana dan ungkapan untuk mengembangkan gagasan teologis yang lebih mendalam dan mendasar: berparoki berarti bersama-sama menggereja.

(diambil dari pendahuluan, Pedoman Dasar DPP dan BGKP)

Sajian ringan: 6 Keunikan Mazmur 118

            Bagi yang sering membaca dan membuka Alkitab pasti tahu kalau kita Mazmur berada di tengah-tengah Alkitab. Tapi banyak diantara kita yang mungkin belum tahu kalau Mazmur pasal 118 adalah pasal yang terletak ditengah-tengah Alkitab dan uniknya, ada 6 keunikan Mazmur pasal 118 tersebut yakni:
1. Tahukah Anda bahwa sebelum Mazmur 118, Mazmur 117 adalah pasal terpendek dari Alkitab?
2. Tahukah Anda bahwa setelah Mazmur 118, Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dari Alkitab?
3. Tahukah Anda bahwa sebelum Mazmur 118 ada 594 pasal?
4. Tahukah Anda bahwa sesudah Mazmur 118 ada 594 pasal?
5. Tahukah Anda bahwa kalau seluruh pasal di jumlahkan, di luar Mazmur 118 (594+594), Semuanya berjumlah 1188 pasal?
6. Tahukah Anda bahwa angka 1188  atau Mazmur 118:8 juga meruapakan ayat yang terletak ditengah-tengah kitab? Ayat yang terletak di tengah-tengah atau ayat sentral itu memiliki arti yang dalam dan jelas sekali.
Kalau Tuhan sudah meletakkan ayat tersebut ditengah-tengah seperti itu pasti itu ayat sangat penting bukan?
Mazmur 118:8 itu berbunyi: “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” Bagaimana menurut Anda?  (anonim)

Hindangan utama:Mempersiapkan Perkawinan Katolik

Apa dasar Perkawinan itu?
“Dengan perjanjian perkawinan pria dan wanita membentuk antara mereka kebersamaan seluruh hidup; dari sifat kodratinya perjanjian itu terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta kelahiran dan pendidikan anak; oleh Kristus Tuhan perjanjian perkawinan antara orang-orang yang dibaptis diangkat ke martabat Sakramen.” (Kan. 1055 $ 1)
Ada 6 perkara penting yang mesti dipahami:
1. Perjanjian Perkawinan
Perkawinan itu dari kodratnya adalah suatu perjanjian (covenant, foedus). Dalam tradisi Yahudi, perjanjian berarti suatu “agreement” (persetujuan) yang membentuk (menciptakan) suatu hubungan sedemikian rupa sehingga mempunyai kekuatan mengikat sama seperti hubungan antara orang-orang yang mempunyai hubungan darah. Konsekwensinya, hubungan itu tidak berhenti atau berakhir, sekalipun kesepakatan terhadap perjanjian itu ditarik kembali. Berdasarkan pilihan bebas dari suami-istri, suatu perjanjian sesungguhnya akan meliputi relasi antar pribadi seutuhnya yang terdiri dari hubungan spiritual, emosional dan fisik.

2. Kebersamaan Seluruh Hidup
Dari kodratnya perkawinan adalah suatu kebersamaan seluruh hidup (consortium totius vitae. “Consortium”, con = bersama, sors = nasib, jadi kebersamaan senasib. Totius vitae = seumur hidup, hidup seutuhnya). Ini terjadi oleh perjanjian perkawinan. Suami istri berjanji untuk menyatukan hidup mereka secara utuh hingga akhir hayat (bdk. janji Perkawinan).

3. Antara Pria dan Wanita
Pria dan wanita diciptakan menurut gambaran Allah dan diperuntukkan satu sama lain, saling membutuhkan, saling melengkapi, saling memperkaya. Menjadi “satu daging” (Kej 2:24).

4. Sifat Kodrati Keterarahan kepada Kesejahteraan Suami-Istri (Bonum Coniugum)
Selain tiga “bona” (bonum = kebaikan) perkawinan yang diajarkan St. Agustinus, yakni  (a) bonum prolis: kebaikan anak, bahwa perkawinan ditujukan kepada kelahiran dan pendidikan anak, (b) bonum fidei: kebaikan kesetiaan, menunjuk kepada sifat kesetiaan dalam perkawinan, dan (c) bonum sacramenti: kebaikan sakramen, menunjuk pada sifat permanensi perkawinan; Gaudium et Spes no. 48 menambah lagi satu “bonum” yang lain, yakni bonum coniugum (kebaikan, kesejahteraan suami-istri).
5. Sifat Kodrati Keterarahan kepada Anak
Perkawinan terbuka terhadap kelahiran anak dan pendidikannya. KHK 1983 tidak lagi mengedepankan prokreasi sebagai tujuan pertama perkawinan yang mencerminkan tradisi berabad-abad sejak Agustinus, melainkan tanpa hirarki tujuan-tujuan menghargai aspek personal perkawinan dan menyebut lebih dahulu kesejahteraan suami-istri (bonum coniugum)

6. Perkawinan sebagai Sakramen
Perkawinan Kristiani bersifat sakramental. Bagi pasangan yang telah dibabtis, ketika mereka saling memberikan konsensus dalam perjanjian, maka perkawinan mereka menjadi sah sekaligus sakramen.

(sumber: artikel Rm A.Dwi Joko, Pr)

Menu katekese : Doa permohonan

            Doa permohonan dalam Doa syukur ini jelas berbeda dengan doa permohonan pada doa umat. Doa permohonan dalam DSA terutama dimaksudkan untuk mendoakan kepentingan seluruh Gereja yang kudus, baik pada pemimpin Gereja dan umat yang berkumpul, maupun seluruh anggota Gereja di mana pun juga entah yang masih hidup atau pun yang sudah meninggal. Jadi, doa permohonan dalam DSA dipusatkan pada doa untuk kesejahteraan seluruh Gereja sendiri.
            Makna doa permohonan dalam DSA ini tampak sekali apa yang dinyatakan dalam PMUR: “dalam permohonan-permohonan ini, tampak nyata bahwa Ekaristi dirayakan dalam persekutuan dengan seluruh Gereja, baik yagn ada di surge maupun yang ada di bumi; dan juga jelas bahwa kurban Ekaristi diadakan bagi kesejahteraan seluruh Gereja dan semua anggotanya, baik yang hidup maupun yang telah mati, karena semuanya dipanggil untuk mengenyam hasil penebusan dan keselamatan yang diperoleh lewat Tubuh dan Darah Kristus.” (PUMR 79g).
            Doa permohonan dalam DSA, pertama-tama berdoa untuk Sri Paus sebagai pimpinan Gereja diseluruh dunia dan wakil Kristus di dunia, yang menyatakan kesatuan kita dengan seluruh Gereja di dunia. Kemudia nama Uskup setempat, yang mengungkapkan kesatuan seluruh umat beriman di Gereja setempat yang dipimpin oleh Uskup. Para imam dan diakon sebagai orang-orang yang ditahbiskan untuk membantu pelayanan Uskup bagi umat beriman. Dan siapapun dalam Gereja yang ambil bagian dalam pelayanan umat beriman dan tentu saja seluruh umat beriman sendiri.
            Pada doa permohonan dikenakan pula para kudus di surga, selain untuk mengungkapkan kesatuan seluruh Gereja yang kudus, yang terdiri dari mereka yang masih hidup dan yang telah meninggal; juga mau mengungkapkan dimensi eskatologis dari hidup Gereja yang sedang berziarah sehingga kita boleh berharap pada bantuan doa mereka bagi kita yang masih hidup di dunia ini menuju tujuan akhir, yakni bersama dengan Allah di surga.


Menu tambahan: Mengenal St. Bartolomeus, Rasul

            Bartolomeus adalah salah satu dari kedua belas Rasul dan biasanya dikenal Natanael (Yoh 1:45-51). Lewat Evangelisasi pribadi, Filipus membawanya kepada Yesus dan kemudian menjadi RasulNya. Ia juga dikenal dengan sebutan Natanael dari Kana yang di Galilea (Yoh 20:2).
            Penginjil Yohanes menggambarkan Natanael, si anak Tolmai (petani) ini sebagai seorang yang jujur dan tulus. Begitulah semestinya seorang rasul atau murid Yesus. Bahkan Yesus sendiri menyebut Natanael sebagai seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya (yoh 1:47).Ia meninggal pada abad pertama dan pestanya dirayakan setaip 24 agustus untuk Gereja katolik Roma dan pada 11 juni untuk Gereja Timur.

Hebatnya Kombinasi Edukasi dengan Blog

  Hai teman-teman, masih bersama Stanley Wijaya dalam website kesayangannya yaitu www.faktakita.comyang akan selalu menemani kalian di waktu dan kesempatan yang ada. Bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik saja yaa. Nah dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang perpaduan menarik antara edukasi atau yang sering kita kenal dengan pendidikan bila dikombinasikan dengan blog di dunia maya. Mau tau ceritanya? So, check this out yaa..

  Edukasi atau pendidikan adalah suatu bidang yang pastinya sedang kita jalani saat ini. Banyak sekali pendidikan yang timbul di kehidupan sekitar kita. Mulai dari pendidikan karakter, pendidikan formal ataupun pendidikan informal. Pendidikan karakter sering kita dapatkan di sekitar kita, mulai cara memecahkan masalah bahkan sampai cara mengatasinya. Pendidikan formal juga pastinya kita dapatkan di lembaga pendidikan yaitu sekolah. Pendidikan informal timbul di keluarga, ataupun di kehidupan bermasyarakat. Nah, dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang guna blog di pendidikan formal.

Pendidikan formal sudah tidak asing di telinga kita, bahkan setiap hari seorang pelajar selalu bepergian ke sekolah untuk menuntut ilmu. Banyak yang bisa kita dapatkan di sekolah, mulai dari pelajaran yang formal meliputi IPA dan IPS serta pelajaran psikologis pada pelajaran Bimbingan Konseling. Nah, sebenarnya apa sih gunanya blog di kehidupan kegiatan belajar mengajar?

-         Sebagai Sumber Referensi
Banyak sekali tugas dari sekolah yang mewajibkan siswanya untuk mencari sumber ilmu lainnya selain pada buku yang disediakan sekolah. Dahulu, siswa harus mengunjungi perpustakaan dan mencari secara manual tentang informasi yang ingin mereka dapatkan. Namun sekarang, siswa bisa mencari informasi tersebut pada dunia maya. Mereka hanya menyalakan koneksi internet dan browsing pada search engine. Banyak blog yang menyediakan informasi tersebut, sehingga pekerjaan itu pun lebih efektif dan efisien. Nah, mudah kan? Apakah hal ini sudah kalian coba?

-          Sumber Pembelajaran
Sebagai pelajar, pastinya banyak hal yang ingin diketahui secara detail. Informasi yang kurang lengkap pun juga sering ditemui pada buku yang disediakan sekolah. Maka dari itu, sebagai seorang pelajar kita harus berkreatif dan berinovasi untuk mencarinya pada perpustakaan online yaitu dunia maya. Di dunia maya, kita bisa mempelajar apapun yang kita ingin ketahui. Sebagai contoh, seorang siswa ingin mempelajari tentang mata pelajaran kimia karena bahasa di buku paketnya kurang bisa ia pahami, dengan mencari blog yang menyediakan informasi pelajaran kimia, ia bisa belajar lewat media tersebut. Tak hanya itu, siswa yang belum tau apa-apa pun bisa mengetahui informasi yang membuatnya menjadi tahu. Namun perlu diwaspadai, bahwa banyak pula informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan atau hanya untuk kepentingan pribadi semata (hoax). Maka dari itu, selalu waspada yaa!!

-          Membuat Siswa Semakin Hobi Menulis
Kecanggihan dunia maya juga mendorong siswa untuk rajin menulis. Beberapa sekolah dan perguruan tinggi bahkan mewajibkan siswanya untuk mempunyai blog. Sebenarnya, apa sih tujuannya? Dengan mempunyai blog, diharapkan siswa mau berusaha untuk menulis dan mendokumentasikan kisah hidupnya. Dengan menulsi pula, kosa kata yang dimiliki siswa dan daya imajinasi menjadi meningkat. Kreatifitas dan inovasi pun juga tertuang dalam tulisan mereka. Jadi, peran blog diantara kehidupan siswa ini bila kita sadari sangat besar manfaatnya lo.

-          Membasmi “Gagap Teknologi”
Banyaknya kegunaan dari blog membuat pihak lembaga pendidikan memperkenalkan internet melalui belajar nge-blog pada siswanya. Yap, hal ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa yang siap terjun pada dunia global. Bayangkan saja bila seorang siswa yang tidak bisa browsing harus terjun pada dunia persaingan yang mewajibkan ia menggunakan internet sebaik mungkin. Pastinya akan ada kesulitan yang dihadapi siswa tersebut. Maka dari itu, pelajar dipersiapkan untuk bersaing di dunia global.

-          Mendekatkan Guru dengan Siswanya
Kecanggihan teknologi dengan adanya dunia blog membuat guru lebih mudah dalam menilai muridnya. Apalagi dengan adanya email dan jasa penyedia blog gratis, hal ini memudahkan guru dalam melakukan proses penilaian. Adanya blog juga membuat siswa lebih bersikap terbuka dalam menulis, guru pun juga bisa lebih dekat dengan memberikan komentar pada blog muridnya tersebut. Nah, sangat mudah kan? Apakah hal ini sudah diterapkan di sekolah kalian?

-          Sebagai Ajang Prestasi
Tak perlu diragukan lagi akan kecanggihan teknologi, sekarang lomba pun bisa diadakan secara online sehingga sangatlah praktis. Banyak sekali badan lembaga ataupun perusahaan yang mengadakan lomba blog baik melalui artikel maupun SEO pada search engine. Sehingga pelajar pun juga turut ambil bagian dalam lomba tersebut untuk mencari prestasi demi membanggakan nama pribadi, keluarga, sekolah dan masyarakat. Bahkan, penyelisihan olimpiade pun juga diadakan secara online loo.. wah, hebat banget kan? Jadi kita tidak perlu datang ke tempat penyelisihan yang jauh dan menghabiskan banyak sekali uang. Dengan menyalakan koneksi internet saja, kita sudah bisa melakukannya.

  Mungkin saya bisa memberikan salah satu bukti bahwa blog bisa membantu prestasi siswa dalam dunia pendidikan. Salah satunya ada di SMA Negeri 1 Magetan. 


Sekolah ini adalah sekolah berbasi IT sehingga semua siswanya tidak “gagap teknologi” dan sudah peka terhadap perkembangan teknologi. Sekolah ini pula sering mengikuti lomba blog yang diadakan oleh lembaga-lembaga atau perusahaan, baik di kabupaten maupun skala nasional. Berbagai penghargaan pun juga membuktikan bahwa sekolah ini berperan dalam perkembangan teknologi anak didiknya. Banyak pula penghargaan yang didapatkan anak didiknya dalam mengikuti lomba blog tersebut.


Juara I dan II Lomba Blog Tingkat Kabupaten


SMA Negeri 1 Magetan memberikan 2 wakilnya dalam perlombaan blog yang diadakan di dinas perhubungan, komunikasi dan informasi kabupaten Magetan. Dalam perlombaan ini, mereka harus membuat artikel dan desain blog yang bertemakan mengumandangkan kota Magetan. Persaingan pun juga muncul dari sekolah lain yang mengikuti kompetisi ini. Berkat pendidikan dasar tentang blog yang diberikan pada siswanya tersebut, dua wakil dari SMA Negeri 1 Magetan ini juga mendapat 2 posisi teratas dalam perlombaan tersebut. Give applause!! *prokk prokk prokk*

Juara I Lomba Esai Tingkat Provinsi


Perlombaan ini diadakan secara online. Dalam perlombaan ini, pendaftaran dan penyelisihan dilakukan secara online. Peserta harus mengirimkan naskah esainya melalui email yang sudah disediakan oleh panitia. Lomba ini, dimenangkan oleh wakil dari SMA Negeri 1 Magetan yang mempunyai esai bertemakan teknologi. Yap, dengan berucap syukur akhirnya SMASA bisa mengambil posisi pada tingkat provinsi.

AFS/YES Exchange Student


Program ini diadakan oleh badan pertukaran pelajar di Indonesia. SMA Negeri 1 Magetan mengirimkan salah satu wakilnya ke Amerika untuk belajar selama satu tahun. Siswi yang beruntung ini adalah Intan Mawaridhatul Ulla. Ia mengikuti tes dan belajar tentang materi tesnya juga berkat bantuan blog dalam dunia maya. Wah, yang pasti SMA ini telah melahirkan banyak bibit unggul untuk masa depan yang bermakna..

  Nah, sekian dulu postingan dari saya yaa. Bila ada kata yang kurang sopan saya minta maaf. Dan bila ada lebihnya itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih.

KOKI Edisi 216 (Komunikasi Umat Paroki Regina Pacis Magetan)

Renungan Untuk tanggal 3-10 Februari 2013
Yer 1:4-5,17-19; Mzm 71; 1Kor 12:31-13:13; Luk 4:21-30

            Hidup Yesus tidak selamanya menikmati hal-hal yang menyenangkan. Injil minggu ini menampilkan Yesus ditolak oleh orang sekampungNya. Mereka heran dengan kata-kata indah yang diucapkan Yesus. Lalu mereka mengorek asal-usul Yesus dan tak percaya. Kita diingatkan bahwa hidup kristiani tak selamanya hanya menikmati hal-hal yang menyenangkan saja, Tuhan juga ijinkan hal-hal yang tak menyenangkan. Bagaimana kita menyikapi perkara tak menyenangkan?
            Pertama, menghadapi hal-hal yang tak menyenangkan, Yesus mengajak kita untuk berintropeksi diri, agar tidak panik atau gelisah melainkan menjaga hati tetap dapat bersyukur untuk melayani di tempat lain. Meski ditolak orang sekampungNya, Yesus bisa pergi ke daerah lain yang membutuhkan terang dan kasihNya.

            Kedua, orang percaya cenderung peka terhadap Tuhan dikala menghadapi masalah, tapi kadangkala kurang mengerti rencana Allah dibalik masalahnya. Maka Yesus mengajarkan kita agar kita terus mencoba dan berupaya mengerti rencana Allah. Masalah terjadi bisa karena Tuhan sedang melatih kita, mendewasakan kita secara rohani.
            Ketiga, pada saat menghadapi tak menyenangkan, hal yang Yesus mau ajarkan agar selain percaya padaNya kita perlu mengendalikan lidah kita. Ingat pada saat hal-hal tak menyenangkan ada 2 pribadi yang datang : bisa Tuhan datang hendak menguatkan iman kita, sehingga kita siap menghadapi masalah. Bisa juga setan datang hendak menggoncangkan iman kita, diantaranya melalui mulit kita, ia pakai untuk mengucapkan hal-hal yang negatif dan melemahkan iman. Maka kita perlu berusaha memperoleh karunia iman, harapan dan kasih.

­­­Senin, Ibr 11:32-40; Mzm 31; Mrk 5:1-20
Hidup dikuburan, dirantai, terbelenggu sebuah lukisan orang dalam kondisi tak manusiawi, dikuasai kegelapan. Yesus dengan penuh kasih memulihkan dan menyembuhkan. Kita adalah pewarta kebaikan Allah.
Selasa, Ibr 12:1-4; Mzm 22; Mrk 5:21-43
[Pw S. Agata, PrwMrt (M)]
Iman mengatasi segala kesulitan. Maka iman membuat yang tak mungkin menjadi mungkin. Kesembuhan anaik Yairus dan Wanita sakit pendarahan adalah berkat iman. Apakah kita menumbuhkan iman padaNya?
Rabu, Ibr 12:4-7.11-15; Mzm 103; Mrk 6:1-6
[Pw S. Paulus Miki, ImdkkMrt (M)]
Mujizat dan kemuliaan Allah tak terjadi bukan disebabkan karena tak ada materi, uang, fasilitas, justru disebabkan karena ketidakdewasaan iman. Mulailah membuka diri terhadap rahmat Allah itu.
Kamis, Ibr 12:18-19.21-24; Mzm 48; Mrk 6:7-13
Perutusan bukan soal fasilitas, tongkat, roti melainkan soal Allah yang akan kita wartakan, bukan soal sukses tapi pertobatan, kasih dan damai sejahtera.
Jumat, Ibr 13:1-8; Mzm 27; Mrk 6:14-29
Herodes menyalahgunakan kekuasaan sehingga membuat keputusan salah: membunuh Yohanes pembaptis. Labilnya emosi dan hati sangat mempengaruhi keputusan dan tindakan. Kelolalah perasaan menjadi dewasa.
Sabtu, Ibr 13:15-17.20-21; Mzm 23; Mrk 6:30-34
Retret berarti mengundurkan diri dari kesibukan, membiarkan Allah mengisi hidup kita menjadi kuat, segar dan bersemangat. Dengan Retret akhirnya kita sanggup melayani dengan penuh semangat.
Minggu, Yes 6:1-2a.3-8; Mzm 138; 1Kor 15:1-11;
Luk 5:1-11
Yesus mengubah murid-murid dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Artinya Yesus ingin murid-muridNya membawa manusia kepada kehidupan, menghindarkan mereka dari maut. Kehadiran gereja, hendaknya menjadi agen perubahan bagi masyarakat di sekitar kita secara holistik : manusiawi-ilahi.

Belajar dari Tokoh Kitab Suci:  NUH
Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kejadian 6:22)
Tempatkan diri Anda di dalam posisi Nuh untuk beberapa saat. Anda sedang melihat dunia di sekitar Anda yang menjadi semakin jahat. Kemudian Allah memberitahukan kepada Anda rencana-Nya untuk menghukum bumi. Anda berpikir, memang sudah saatnya untuk melakukan sesuatu terhadap semua kefasikan ini! Lalu Allah memerintahkan kepada Anda untuk mulai membuat sebuah kapal besar yang dapat memuat seluruh keluarga Anda dan perwakilan dari masing-masing jenis binatang di dunia ini!
Ketika Anda merenungkan perintah-perintah yang aneh ini, Anda bergumam akan dampaknya : Sebuah kapal raksasa yang dibangun jauh dari lokasi laut ... apa kata orang-orang di sekitar saya? Bagaimana caranya saya menjelaskan hal ini kepada keluarga saya? Apa yang saya ketahui, sebagai seorang yang awam ini, tentang pembuatan kapal?
Nuh segera meresponi tanggung jawab yang baru diperolehnya itu. Kitab Kejadian berkata, tidak sekali tetapi dua kali, bahwa Nuh melakukan segala sesuatu seperti yang Allah perintahkan kepadanya. Tanpa merasionalisasi, tanpa mengeluh, tanpa mencari-cari alasan. Nuh melakukan tugasnya dengan benar.

            Allah telah berjanji bahwa kita tidak akan pernah lagi perlu membangun bahtera. Namun, Ia masih tetap meminta kita untuk melakukan hal-hal tertentu yang membuat lingkungan kita mengolok-ngolok atau mencemooh kita. Bagaimanakah gaya hidup Anda di hadapan tetangga-tetangga dan para sahabat non-Kristen Anda? Apakah Anda hidup sebagai orang yang taat, seperti Nuh? Pilihlah satu bidang dari kehidupan Anda dimana Anda telah menentang Allah, dan mulailah untuk menaatinya sekarang. Anda pasti akan mempunyai satu suara hati yang jelas, dan tindakan-tindakan Anda tentu akan memberikan Anda suatu kesempatan untuk menyatakan iman Anda kepada orang lain.
(Life Lessons from The Bible)

Katekese Liturgi : Spiritualitas  Ekaristi
Tinggal Dalam Kristus secara Personal
            Tinggal dalam Kristus juga bermakna personal. Artinya tinggalnya Tuhan Yesus di tengah kita membuat kita semakin bersatu atau hidup dalam kesatuan dengan Kristus. Kita bisa mengagumi misteri iman ini dalam Ekaristi. Betapa Tuhan Yesus mau menjadi makanan, yaitu Santapan Suci Ekaristi. Tubuh-Nya kita santap dengan mulut, kita telan dan masuk ke lambung, serta bercampur dengan apa yang kita makan dan minum. Dan akhirnya melalui proses pencernaan, Hosti Suci atau Tubuh Kristus itu diedarkan darah dan menyatu dengan seluruh tubuh kita. Betapa dalam makna kesatuan ini, kita yang penuh dosa boleh menjadi “tempat tinggal” Tuhan Yesus yang teramat kudus !
            “Lihatlah misteri keselamatanmu yang ada di hadapanmu; lihatlah dirimu menjadi seperti apa yang kalian terima”. Inilah homili Santo Agustinus mengenai misteri Ekaristi yang kita terima.
Dengan Ekaristi, kita menjadi seperti apa yang kita terima, yaitu apa yang kita santap! Maka tidak ada lain selain kita bersyukur dan berdoa: “Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami menjadi seperti apa yang kami terima dalam komuni suci, yaitu tubuh dan darah-Mu. Kami dapat semakin menjadi diri-Mu, yang adalah kasih dan yang selalu taat dan pasrah kepada Bapa berkat bimbingan Roh Kudus, dan senantiasa rela berkorban bagi keselamatan sesama.”
            Bagaimana cara sederhana dan konkret bersatu dan tinggal dalam Kristus secara personal? Kita tidak usah berpikir muluk-muluk dan jauh-jauh. Doa dengan penuh percaya dan tulus, adalah cara yang indah. Hadir mengikuti perayaan Ekaristi merupakan jalan yang kita imani akan mempersatukan diri kita secara personal dengan Kristus serta tinggallah dalam dan bersama kasih-Nya.(Katekese Liturgi Pra-Misa Hari Minggu 2013)

MENGENAL KITAB  MAZMUR
                        PENULIS : Kitab Mazmur ditulis oleh banyak orang. Kita tidak tahu siapa penulis itu semua. Daftar pada dasar halaman ini memuat beberapa nama tokoh yang menulis atau mengelompokkan sejumlah mazmur.
            JUDUL : “Mazmur” berarti “buku pujian”. Sebetulnya kitab itu berisi 150 nyanyian pujian kepada Allah. Kitab Mazmur adalah kumpulan mazmur selama bertahun-tahun dihimpun untuk dipakai dalam ibadah kepada Allah.
TEMPAT: Mazmur adalah kitab ke-2 dari lima kitab Puisi dan kitab ke-19 dari Perjanjian Lama.
GARIS BESAR :Kitab Mazmur dibagi dalam lima buku atau kumpulan mazmur.

BUKU MAZMUR      PENGARANG
   1         1-41               Daud
   2         42-72               Daud/
        Anak-anak Korah
   3         73-89             Asaf
   4        90-106           Tidak dikenal
   5       107-150           Daud/
Tidak dikenal

Asaf adalah pemimpin paduan suara Daud. Anak-anak Korah sekeluarga adalah pemain musik resmi.

   BERITA PASTORAL
1.      Bagi calon Babtis | Katekumen Dewasa agar mendaftarkan diri ke Sekretariat Paroki; sebab pelajaran baru dimulai
2.      Bagi calon penerima Komuni I diharap mendaftarkan diri kepada Pembina BIAK. Usia 10 tahun atau kelas IV SD
3.      Babtisan Bayi diadakan setiap hari minggu ke-3 dalam bulan. Bila ada :
A.      Orang tuanya supaya melapor ke Pastor terlebih dahulu jauh sebelumnya, karena orangtuanya perlu pelajaran pembelakan terlebih dahulu
B.     Mengisi Formulir Babrisan yang diketahui Ketua Lingkungan.
4.      Kolekte tanggal 27 Januari 2013 :
Kolekte I  : Rp 1.365.500,00
Kolekte II : Rp 1.095.000,00
5.      Jadwal Misa Stasi :
-          Selasa II   : Stasi Plaosan
      Pukul : 16.00
-          Selasa III : Stasi Goranggareng
Pukul : 16.00
6.      Petugas Liturgi hari Minggu yang akan datang (10 Februari 2013)
dari Lingkungan Ratu Para Rasul

Thursday, January 24, 2013

Menumbuhkan Jiwa Eunterpreneurship Generasi Muda

            Generasi muda adalah generasi pemangku masa depan. Dimana pada generasi ini pembentukan karakter harus digalakkan supaya tidak mudah terombang ambing dengan perubahan jaman. Salah satu karakter yang harus digalakkan adalah jiwa eunterpreneurship.


            Eunterpreneurship, berasal dari kata entreprendre yang artinya “menjalankan, atau menjelaskan tentang adanya seseorang yang secara berani membuka usahanya untuk memperoleh keuntungan”. Dalam hal ini, euntrepreneurship dikaitkan dengan proses keberanian dalam memulai atau menjalankan usaha secara mandiri supaya mendapatkan keuntungan yang lebih luas.

            Memang tidak mudah untuk menumbuhkan jiwa ini pada generasi muda. Namun, bukan berarti generasi muda tidak dapat memberikan perannya pada negara ini. Kunci kesuksesan tidak di dapat secara mudah, namun pastinya di dapat oleh sebuah proses pengembangan yang matang. Mereka harus sadar bahwa jiwa ini sangat penting untuk memperoleh masa depannya.

            Tidak mudah menjadi wirausahawan yang sukses apalagi bila dihadapkan pada generasi muda. Kita tidak mungkin memberikan secara langsung dan memberi perintah pada generasi muda untuk mengolah sumber daya tersebut. Pastinya kita harus memberikan suatu pembelajaran ataupun bimbingan kepada mereka supaya mereka bisa mengolahnya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat menumbuhkan jiwa eunterpreneurship pada generasi muda :

1)      Memulai Usaha dengan Niat dan Keyakinan
Ini termasuk kunci dasar yang harus dimiliki oleh wirausahawan. Bagaimana tidak? Bila kita membuka usaha tanpa adanya niat dan keyakinan, pastinya usaha tersebut tidak akan berjalan maksimal. Lebih buruknya, bila usaha itu gagal yang dapat membuat mental dari generasi muda ini terpuruk. Untuk mengatasi hal ini, kita dapat memberikan pilihan pada generasi muda untuk memilih usaha mana yang ia suka. Dengan hal ini, diharapkan generasi muda dapat mengolah sumber daya tersebut dengan maksimal.

2)      Membuka Jaringan Secara Luas
Sebenarnya uang itu mudah dicari, tapi kekurangan terbesar kita adalah jaringan, seperti : link ataupun networking. Generasi muda sayangnya kurang paham dengan hal ini. Dengan membangun relasi pada orang lain, pastinya jalan generasi muda untuk mempromosikan usahanya semakin luas dan pastinya akan menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

3)      Modal
Selain jaringan, kira ragu memulai usaha karena tidak ada modal (uang). Untuk mengatasi hal ini, pastinya kita harus mencari modal. Caranya? Kita harus kerja terlebih dahulu. Kerja pun harus serius. Tidak hanya memandang job desk kita. Kerjakan beberapa hal lain dalam pekerjaan kita. Selain menambah pemasukan, juga menambah pengalaman kita dalam dunia kerja.

4)      Say No to Money Oriented !
Dalam awal menjalankan usaha, seharusnya generasi muda tidak terlalu money oriented dengan memikirkan bagaimana mendapatkan uang dengan  cepat dan tanpa hambatan. Tips untuk mengatasi money orientes adalah generasi muda harus berusaha untuk mencari pasar ataupun nama. Setelah itu, uang akan datang dengan sendirinya.

5)      Perhatikan Lingkungan Sekitar
Ketika kita sudah bekerja maksimal dan akhirnya mendapatkan modal, cari minat terbesar di lingkungan kita. Apa yang bisa di jual, apa yang sedang ramai-ramaina dicari di pasar? Dan pada akhirnya harus melakukan “Marketing Survey”, mulailah usaha. Contohnya : Bila saat ini sedang musim panas ataupun kemarau, kita tidak mungkin untuk menjual jas hujan ataupun minuman penghangat. Seharusnya yang kita jual yang sesuai dengan keadaan, seperti : payung, minuman dingin, dan sebagainya

6)      Ketelatenan
Dalam hal ini, adalah telaten dalam berusaha. Sangat normal ketika dalam memulai usaha, usaha kira sepi beberapa saat. Dalam hal ini, relasi sangat berguna untuk meramaikan usaha kita nantinya.

7)      Mulai Perkenalkan Usaha
Jika usaha kita masih sepi, kita harus mencoba memperkenalkan usaha kita pada lingkungan sekitar. Jika memang usaha yang kita jalankan cocok dengan masyarakat, lambat laun akan mulai menuai hasil yang memuaskan.

8)      Usaha itu “Jujur”
Kenapa harus jujur? Bila kita mengusahakan sebuah kejujuran, pada akhirnya kita akan dengan mudah mendapatkan kepercayaan dari seseorang. Sehingga kita dapat dengan mudah bekerja sama dengan orang lain, mungkin di bidang yang sama ataupun di bidang lainnya.

9)      Minim Dana? Bukan Masalah!
Di tengah usaha kita, kita sering di hadapkan pada istilah “minim dana”. Tetapi itu bukanlah suatu masalah bila kita mempunyai “Jujur, Skill dan Jaringan”. Ketiganya adalah modal awal yang harus generasi muda punya dan pastinya harus dipelihara supaya tetap konsisten menjalankan usahanya.

10)  Pakai Teori ATM
Jika para generasi muda belum punya ciri khas produknya, pakailah teori ATM (Amati Tiru Modifikasi). Yang pertama adalah mengamati perkembangan ekonomi di sekitar kita dan pastinya mencari peluang yang ada. Setelah kita menemukan suatu produk yang banyak konsumennya, kita dapat memproduksi sama dengan barang tersebut namun ada beberapa keunggulan yang ditawarkan pada produk kita. Mungkin lebih murah, lebih sehat, ataupun tanpa bahan pengawet.

11)  Tetapkan Ciri Khas
Mengikuti keinginan pasar adalah sesuatu yang bahaya? Tidak masalah apabila kita masih memiliki identitas dari produk ataupun usaha kita. Seperti keunggulan yang sudah saya sebutkan di atas dan pastinya ada ciri khas yang menandai bahwa ini adalah produk buatan kita.

12)  Jangan Berhenti Belajar !!
Ketika kita memulai usaha dan ternyata diberi sebuah kesuksesan, jangan pernah berhenti dalam belajar. Karena ilmu tidak pernah habis, sebaiknya kita terus belajar agar tidak mudah digeser oleh produk-produk baru lainnya. Para pengusaha yang sudah sukses pun tak pernah berhenti dalam belajar.

13)  Tentukan Arah dan Tujuan Usaha Kita
Saat memulai usaha, tentukan juga arah tujuan usaha kita. Mau sebagai coba-coba, terus ke masa depan atau malah hanya berhenti sampai disini. Dalam hal ini generasi muda harus kita kuatkan, agar terus melanjutkan usahanya dengan menghasilkan produk yang unik dan berkualitas, karena para konsumen menyukai produk yang mempunyai sifat tersebut.

14)  Jangan Sepelekan Waktu !!
Kebanyakan orang tidak memperhatikan akan hal ini, yaitu menghargai waktu. Jika kita ingin menjadi wirausahawan yang sukses, mulaiah untuk bersifat profesional dengan tidak menunda pekerjaan kita.

15)  Takut? Tidak Masalah !
Setiap melakukan usaha, pastinya selalu menemui banyak ketakutan. Lalu bagaimana cara menghadapinya? Persiapkan segala sesuatu dengan baik. Koreksi kembali kekurangan yang terjadi selama kita membuka usaha. Kalau masih ada ketakutan akan modal, sebaiknya jangan meminjam modal untuk memulai usaha. Tapi menabung dulu untuk memulai usaha.

16)  Kreatif dalam Usaha
Usahakan memiliki pola pikir pengusaha. Bagaimana pola pikir pengusaha itu? Terus mengembangkan intuisi bisnis, jadi terus kreatif dalam usaha. Salah satu cara yang dapat dilakukan generasi muda adalah menghasilkan suatu produk yang unik tapi menarik.

17)  Buang Rasa Malu dan Gengsi
Buang jauh-jauh kedua rasa di atas. Karena dalam memutuskan untuk merintis karirmu dalam bidang usaha, rasa malu dan gengsi hanya akan menghambatmu bahkan tidak akan membawa generasi muda ke dalam keberhasilan karena ketika menjadi seorang wirausaha, kita harus berinteraksi dengan pelanggan.


18)  Ciptakan Lapangan Kerja untuk Orang lain
Hal itu merupakan hal yang sangat penting untuk generasi muda di Indonesia dalam mengurangi pengangguran yang tak terkendali.

19)  Jangan Remehkan Kegagalan
Kewirausahaan bukan hanya dibutuhkan untuk menciptakan bisnis yang sukses, melainkan juga merupakan cara hidup dan cara berpikir seseorang. Ketika yang tertanam pada diri generasi muda adalah wirausaha merupakan cara untuk mendapatkan kesuksesan dan menghasilkan uang yang banyak, jangan heran bila mengalami kegagalan.

Banyak orang yang meremehkan kegagalan. Padahal kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Dari kegagalan kita bisa belajar. Pengusaha yang besar adalah orang yang bisa bangun dan menarik diri kembali setelah mengalami kegagalan.

20)  Belajar dari yang Lebih Pengalaman
Sebagai pemula dalam membuka usaha, generasi muda harus mempunyai sebuah tokoh yang dapat membangkitkan semangat kerjanya. Dari tokoh tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya melihat dari sisi kesuksesannya saja, namun bagaimana tokoh tersebut dapat sukses. Dari suka-duka, usaha, kerja keras tokoh tersebut. Jadi, pengusaha yang sukses pun pasti pernah mengalami sebuah kegagalan dan pastinya sangat membutuhkan usaha yang besar untuk mengembalikan usahanya semula.

 Belajar untuk mempunyai jiwa enterpreneurship akan membuat generasi muda lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi persaingan global. Pastinya generasi muda perlu bimbingan khusus dalam mengembangkan jiwa wirausaha mereka, terutama melalui organisasi pendidikan formal. Dengan adanya bimbingan, genrasi muda dapat mengembangkan jiwa wirausaha secara efektif. Di tengah permasalahan sosial, seperti : pengangguran, kriminalitas, munculnya kritikan di media massa, dan pudarnya moral generasi muda, inilah saat yang tepat untuk mengembalikan keadaan dengan mengembangkan dan mendalami makna jiwa wirausaha agar kelak negara ini menjadi negara yang maju dan panutan perekonomian dunia dan dengan ini generasi muda dapat memberikan kontribusi nyata untuk bangsa Indonesia.