Friday, February 22, 2013

Desa Plaosan, Desa Berjuta Wisata

  Hai hai hai semuanyaa, masih bersama Stanley Wijaya dalam website kesayangannya yaitu www.faktakita.comyang akan selalu menemani kalian di waktu dan kesempatan yang ada. Bagaimana kabarnya? Semoga selalu baik-baik saja ya. Nah dalam postingan kali ini bakal sepesial banget nih. Yap, kali ini Fakta Kita akan membahas tentang Desa Plaosan. Sudah tahu dimana letak desa Plaosan? Belum? So, check this out yaa..

  Desa Plaosan, hayo teman-teman sudah tahu dimana letaknya belum nih? Letak Desa Plaosan itu ada di kabupaten Magetan, Jawa Timur. Masih kurang tau? Magetan itu adalah sebuah kabupaten yang terletak di dekatnya Madiun, pasti tau dong yaa. Nah, Magetan ini terkenal dengan wisata alamnya yang sangat menakjubkan nih, yap! Di Desa Plaosanlah tempat berjuta wisata itu berada.

  Di desa Plaosan ini, banyak kok yang bisa kalian nikmati. Mulai dari wisata alam sampai wisata kuliner pun juga bisa kalian dapatkan. Mau tau apa aja? Nih...

  Mulai dari wisata alam yaa, di Desa Plaosan ini terdapat sebuat telaga yang pastinya sudah cukup terkenal. Ya!! Namanya adalah Telaga Sarangan. Sarangan, begitu orang sering menyebutnya. Bila kalian sulit untuk membayangkannya, saya akan mencoba memberikan gambaran nih. Sarangan itu seperti danau toba, namun Sarangan ini adalah versi mininya. Kalau masalah suasana dan udara, kalian tahu puncak Bogor kan? Nah ini dia, Sarangan jauh dari kepenatan dan polusi udara bahkan udaranya dan suasananya yang sering berkabut membuatnya terlihat lebih daripada Puncak Bogor.


  Mulai dari hari biasa sampai hari liburanpun, Sarangan ini ramai dikunjungi loo teman-teman. So, kalian yang datang ke Sarangan ini ga bakal sia-sia dan nyesel deh. Ini ciyuss loh :D

  Nah untuk mencapai sarangan itu sendiri sangat mudah kok, sekarang jalan raya menuju ke objek wisata ini sudah diperbaiki hingga sangat nyaman dan tidak rusak lagi. Kalian bisa ke objek ini menggunakan angkutan umum, ataupun kalian juga bisa menggunakan alat transportasi pribadi kalian sehingga nantinya tidak usah terburu-buru dan terlalu banyak pikiran. Untuk biaya masuk, hmm... Cukup murah kok kawan, nantinya kalian akan menikmati pemandangan yang nilainya jauh lebih berharga dari tiket masuk tersebut. Ga bakal rugi deh!! :D

  Di Sarangan, banyak fasilitas yang bisa kita coba kok. Ada wahana naik kuda untuk memutari telaga, ada pula speedboat yang digunakan untuk mengitari telaga ini di air, atau bagi kalian yang bawa pacar atau pendamping hidup kalian juga bisa memakai perahu angsa nih. Bakal romantis banget dehh..

  Tak jauh dari sana, ada pula air terjun yang tak kalah indahnya loo. Air terjun Tirtosari, namanya. Air terjun tersebut kira-kira berjarak 500 meter dari Telaga Sarangan. Medan yang cukup menantang membuat perjalanan ini cocok bagi kalian yang suka hiking, bagi pemula ataupun yang sudah professional. Suasana yang adem ayem dan sejuk akan selalu menemani langkah kalian di Desa Plaosan ini loo, bila kalian beruntung, kalian juga akan menikmati tebalnya kabut di tempat wisata yang terletak di desa Plaosan ini.


  Oh ya, sudah lapar yaa?? Nah, di Telaga Sarangan ini banyak kok yang menyediakan makanan berupa sate kelinci beserta lontongnya, ada pula juga minuman ronde yang bisa menghangatkan badan kita. Walau kabut tebal, udara dingin, pastinya tak akan terasa bila minum ronde deh. Slurrpp...
 Buliran sambal kacang yang menyelimuti sate, ditambah dengan lontong yang siap mengisi perut, menambah wisata di desa ini semakin menyenangkan. Selain menikmati pemandangan yang menarik perhatian mata, kita juga bisa merawat si perut nih dari kelaparan yang melanda. Hahhaa..

  Di Desa Plaosan juga, terdapat juga wisata pemandangan alam yang tak kalah alaminya yaitu di Dusun Banyu Putih. Namanya unik bukan, bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Dusun Air Putih. Kali ini saya tidak akan membahas tentang sejarah dari nama desa tersebut. Tetapi saya akan mencoba membagikan pengalaman kalo teman-teman sudah dari Desa Plaosan (sarangan).


  Di Dusun Banyu Putih ini berbagai keindahan alam masih terpancarkan dengan alaminya tanpa adanya polusi udara dari kendaraan bermotor. Kicauan burung pun juga masih jelas terdengar, riakan air dan pohon yang terbentang hijau pun selalu terlihat sejauh pandangan mata. Bagaimana dengan daerah kalian??

  Pemandangan alami seperti ini memang jarang ditemui di kota-kota besar, maka dari itu saya menyebutnya sebagai wisata. Wisata yang dapat menenangkan dan merefresh otak kita dari kepenatan kegiatan kita sehari-hari. Siapa sangka, pemandangan seperti ini memang sangat dibutuhkan dimanapun manusia berada. Kita tidak bisa dikepung oleh bangunan-bangunan dan berbagai proyek yang menggusur pepohonan dari bumi ini. Bila terus dilakukan, malah-malah bumi akan menjadi bola api di antariksa ini.

  Nah, makanya bagi kalian yag nyari alternatif liburan bisa segera memikirkan wisata di kota Magetan ini nih, terutama di Desa Plaosan. Bagaimana dengan desa wisaata di daerah kalian? Ayo segera di posting yukk. Bingung? Kenapa? Banyak kok keuntungan yang ada. Antara lain :

-          Memperkenalkan Wilayah Indonesia
Dengan memposting desa wisata kita masing-masing, kita bisa memperkenalkan wilayah Indonesia pada orang lain loo. Bukan hanya kepada teman saja, bahkan relasi atau orang di daerah lain dan jauh pun bisa melihat informasi yang telah kita update. Bahkan kita bisa menarik wisatawan dari luar negeri untuk menikmati masa liburannya di Indonesia dan menjadikan destinasi yang sangat menyenangkan. Mungkin kita berpikiran terlalu jauh ya, tapi yang pasti kita bisa memperkenalkan wilayah Indonesia kepada dunia. Paling tidak, generasi muda kita akan mengerti dan tahu tentang potensi yang dimiliki oleh negeri merah putih ini dan tidak terbutakan dengan teknologi.

-          Menambah Pemasukan Daerah
Dengan semakin memperkenalkan wilayah Indonesia, wisatawan yang tertarik pun semakin banyak, pemasukan pun juga semakin banyak seiring bertambahnya wisatawan. Dari pemasukan tersebut, bisa digunakan untuk mengembangkan daerahnya akan semakin berkembang dan bisa bersaing dengan daerah lain. Itu semua juga akan membuat semua daerah di Indonesia akan semakin mengembangkan sektor pariwisata dan fasilitas daerahnya. Pastinya wisatawan akan semakin nyaman dalam menikmati akhir pekan ataupun liburan mereka di desa wisata.

-          Mengembangkan Potensi yang Terpendam
Siapa bilang pepohonan yang hijau tidak bisa menjadi potensi yang bagus? Malah sebaliknya, potensi hijau-hijauan ini sangatlah langka loo. Coba kalian lihat di perkotaan? Adakah pepohonan hijau dan taman kota yang masih alami? Nah, di pedesaan inilah potensi terpendam berada. Selain itu, kita juga bisa menggali potensi terpendam desa wisata loo, siapa tau ada air terjun yang sangat indah dan danau. Hahha...

Demikian postingan saya kali ini, bila ada kata yang kurang sopan saya minta maaf dan bila ada lebihnya itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih.

KOKI Edisi 219 (Komunikasi Umat Paroki Regina Pacis Magetan)

        (HARI MINGGU PRAPASKAH II)
Yesus memburu 3 murid spesial yakni Petrus, Yakobus dan Yohanes di atas gunung untuk berdoa. Tapi apa yang terjadi. Sementara berdoa, ternyata murid itu tertidur  Apa artinya? Bisa jadi tubuh kita bangun, hadir di Gereja tetapi roh kita tertidur. Kita bernar berdoa, tapi ketika ada masalah kita langsung umpat, kecewa dan marah bahkan bikin masalah lain. Oleh sebab itu. Yesus ingin kita bangun dari tidur, bangun dari kehidupan rohani. Bagaimana ini dipahami?

            Pertama, Orang tidur biasanya cirinya tak cepat mengerti. Begitulah yang dialami Petrus tak mengerti apa yang dikatakan. Petrus tak tahu tujuan kepergian Yesus yang akan digenapiNya di Yerusalem : menderita, wafat, dan bangkit. Petrus takut kehilangan resiko, tak rela kehilangan sesuatu untuk iring Yesus. Bukankah ikut Yesus harus memanggul salib?
            Kedua, Orang tidur umumnya tak menghasilkan karya apa-apa. Maka ketika bangun dari tidur, Petrus melihat kondisi enak, bahagia dan mulia, ia cepat mau mendirikan kemah di tempat itu. Kemah symbol kenyamanan, mau enak tinggal selamanya di situ. Namun mereka tersadar : harus mendengarkan Tuhan. Artinya Yesus mulia dan berubah rupa tetapi harus melewati penderitaan dan salib. Maka tak ada kemuliaan tanpa bekerja keras dan pengorbanan. Yesus ajarkan bahwa kemuliaan diraih ketika kita berani menderita dan berkorban melakukan kehendak Allah.
            Ketiga, di gunung mereka mengalami kemuliaan dan kebahagiaan. Tapi kebahagiaan dan kemuliaan bisa diraih saat mereka turun dari  gunung. Turun dari gunung berarti siap sedia untuk melayani, memberikan hidupnya untuk keselamatan orang lain. Petrus harus menggembalakan umatnya, Yakobus menjadi martir, Yohanes menjadi murid yang disayangi Yesus, mereka setia mengikut Yesus sampai mati.

­­­Senin, Daniel 9:4b-10; Mzm 79; Luk 6:36-38
Masa prapaskah adalah saat yang tepat untuk mengolah kemurahan hati. Wujud kemurahan hati lebih menekankan praktek suka mengampuni, tak menghakimi, dan mencurahkan pemberian kasih dengan ikhlas.
Selasa, Yes 1:10.16-20; Mzm 50; Mat 23:1-12
Masa tobat adalah saat berahmat meraih kerendahan hati. Kerendahan hati bisa dilakukan dengan mengambil inisiatif untuk mengangkat beban sesama, melayani lebih utama daripada dilayani, menyingkirkan kesombongan, ingin pamer, dipuji dan tinggi hati.
Rabu, Yer 18:18-20; Mzm 31; Mat 20:17-28
Masa prapaskah adalah jalan melihat kedudukan, kuasa, jabatan publik sebagai sebuah kepercayaan dari Allah untuk melayani, fasilitas untuk berkorban demi kesejahteraan dan membangun kerajaan Allah.
Kamis, Yer 17:5-10; Mzm 1; Luk 16:19-31
Masa tobat adalah saat yang tepat memuliakan Allah dengan harta, kekayaan, materi yang kita miliki. Ketika kita lupa atau tidak berbuat cinta kasih kepada sesama kita yang berdosa. Jangan buta terhadap kekayaan sebab harta kekayaan tidak bisa menolong kita masuk surga.
Jumat, Kej 37:3-4.12-13.17-28; Mzm 105; Mat 21:33-46
Masa tobat adalah masa untuk lebih bertanggung jawab atas iman dan anugerah rohani yang kita terima dari Allah. Jangan malas, kikir melainkan mencari peluang untuk maju dalam kasih, makin beriman dan setia.
Sabtu, Mi 7:14-15.18-20; Mzm 103; Luk 15:1-3.11-32
Masa puasa dan pantang adalah saat melihat kerapuhan dan ketakberdayaan kita namun disayangi Allah luar biasa sampai wafat di salib. Kembali pada Allah, bertobat adalah jalan kita memiliki sukacita.
Minggu, Kel 3:1-8.13-15; Mzm 103; 1Kor 10:1-6.10-12;
Luk 13:1-9 (HARI MINGGU PRAPASKAH III)
Tidak selalu keburukan dikaitkan dengan dosa. Tapi orang diajar pentingnya tobat. Meski kita tak mencuri, membunuh, tapi kerap kita suka menipu, malas, marah, enggan berbuat baik. Saatnya bertobat.

Belajar dari Tokoh Kitab Suci:  LOT
Tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. (Kejadian 13:12)
Mungkin Anda telah mendengar perkataan kuno ini : “Ada tiga macam orang di dalam kehidupan—mereka yang membuat hal-hal itu terjadi, mereka yang mengamati hal-hal itu terjadi, dan mereka yang berkata, “Apa yang terjadi?”
Lot nampaknya telah menjadi seorang anggota kategori yang ketiga. Ketika Anda membaca tentang dia di dalam Alkitab, Anda akan mendapat kesan tentang seorang yang plin-plan sepanjang hidupnya, mengambil jalan yang tidak beresiko. Sepertinya ia tidak pernah mau bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan sulit seperti Apakah yang merupakan akibat-akibat jangka panjang dan pilihanku ini? atau aku ingin mengetahui apa yang Tuhan ingin aku lakukan? Sebaliknya, ia hidup untuk saat itu saja. Ia tidak pernah menyandarkan dirinya pada kebenaran Allah, dan akibatnya ia hanyit oleh suatu budaya yang buruk hingga ke tempat-tempat yang mungkin ia tidak ingin melangkah. Lot dan keluarganya mengalami kematian, hubungan seks antar saudara, dan aib karena ia mengizinkan lingkungan itu untuk membentuk  dan menentukan arah hidupnya.

            Apakah Anda plin-plan? Apakah Anda mempunyai keyakinan yang pasti tentang bagaimana Allah mengharapkan Anda untuk hidup? Sudahkan Anda menyandarkan diri pada kebenaran Allah? Apakah Anda mempunyai beberapa sasaran yang pasti dalam pandangan Anda? Jika Anda tidak mengambil langkah-langkah khusus untuk menempatkan diri Anda di bawah petunjuk Allah, Anda akan menjadi seperti Lot, salah satu dari orang-orang lemah yang selalu berakhir pada kekacauan demi kekacauan. Hidup Anda akan menjadi suatu contoh yang tragis dari apa seharusnya telah terjadi.
(Life Lessson From The Bible)

Katekese Liturgi : Spiritualitas Ekaristi
Tinggal Dalam Kristus dan Berbuah
            Masa Prapaskah sekali lagi memberiikan kepada kita sebuah kesempatan untuk merenungkan inti terdalam dari kehidupan seorang kristen, yaitu : tinggal dalam Kristus dan berbuah perbuatan amal kasih. Inilah saatnya kita untuk memperbaharui perjalanan iman kita, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari komunitas. Perjalanan ini ditandai dengan doa dan berbagi, hening dan berpuasa, sebagai antisipasi menyambut sukacita paskah.
            Setiap orang pasti ingin agar hidupnya berhasil, sukses dalam meraih prestasi, jabatan, kekuasaan atau kekayaan. Ia merasa puas, bangga dan bahagia jika berhasil mendapatkan semuanya. Ini tentu baik namun mengangdung bahaya. Orang yang orientasinya adalah hidup yang berhasil, cenderung menjadikan diri sendiri sebagai pusat hidupnya. Ia akan bercerita mengenai keuletannya, perjuangannya, ketekunannya dalam meraih ini dan itu. Ia cenderung memuji dirinya sendiri dan jatuh dalam kesombongan.

            Berbeda dengan orang yang berbuah. Orang yang berbuah memusatkan hidupnya pada Tuhan. Hidup yang berbuah tampak dalam dalam kerendahan hati karena sadar bahwa yang menjadikan dirinya bisa begini dan begitu adalah Tuhan, bukan usahanya sendiri. Kita perlu menyadari bahwa tanpa Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Yesus adalah pokok anggur yang benar dan kita ranting-rantingnya. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia, Ia berbuah banyak sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:15)
            Sebagai murid-murid Kristus, kita diharapkan menghayati spiritualitas hidup yang berbuah bukan hidup yang berhasil (bdk. Yoh 15:8). Oleh karena itu, marilah kita selalu tinggal dalam Kristus dengan semakin tekun berdoa dan secara istimewa merayakan Ekaristi. Sebab, Ekaristi adalah puncak kesatuan kita dengan Kristus. Melalui komuni suci, kita bersatu dengan Dia. Ia tinggal dalam kita dan kita dalam Dia. Maka hidup kita akan semakin berbuah dalam “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23)

MENGENAL KITAB  KIDUNG AGUNG
                        PENULIS : Pengarang Kitab Kidung Agung ialah Salomo, Pasal 1, ayat 1 berbunyi, “Kidung agung dari Salomo”
            JUDUL : “Kidung Agung” berarti “Nyanyian yang paling indah dari semua nyanyian.”
TEMPAT: Kidung Agung adalah kitab ke-5 dari lima kitab Puisi, dan kitab ke-22 dari Perjanjian Lama
RINGKASAN BUKU :
Kidung Agung karangan Salomo ialah nyanyian cinta yang sangat indah. Kitab itu merupakan sajak dan pelukisan. Di dalamnya dikisahkan kemesraan antara sepasang suami istri. Digambarkannya cinta sejati, yaitu cinta yang membuat seseorang bersedia mengorbankan segala-galanya bagi orang yang dicintainya.

   BERITA PASTORAL
1.      Bagi calon Babtis | Katekumen Dewasa agar mendaftarkan diri ke Sekretariat Paroki; sebab pelajaran baru dimulai
2.      Bagi calon penerima Komuni I diharap mendaftarkan diri kepada Pembina BIAK. Usia 10 tahun atau kelas IV SD
3.      Babtisan Bayi diadakan setiap hari minggu ke-3 dalam bulan. Bila ada :
A.      Orang tuanya supaya melapor ke Pastor terlebih dahulu jauh sebelumnya, karena orangtuanya perlu pelajaran pembelakan terlebih dahulu
B.     Mengisi Formulir Babrisan yang diketahui Ketua Lingkungan.
4.      Kolekte tanggal 17 Februari 2013 :
Kolekte I  : Rp 1.701.000,00
Kolekte II : Rp 800.000,00
5.      Pertemuan APP-2013 Lingkungan “Regina Prophetarum”(Ratu Para Nabi)
-          Pertemuan III        : Kamis, 28 Februari 2013, jam 19.00
              Di P. Djono
-          Pertemuan IV        : Kamis, 7 Maret 2013, jam 19.00
                Di P. Enggar
6.      Misa Novena Abadi tanggal 28 Februari 2013 dilanjutkan dengan rosario, misa dan adorasi.                          - Pukul : 18.00
- Tempat :Gereja Paroki  Pacis Magetan
7.      Jalan salib diadakan setiap Jumat
Pukul                : 17.00
Tempat                        :Gereja Paroki Regina Pacis Magetan

KOKI Edisi 218 (Komunikasi Umat Paroki Regina Pacis Magetan)

Renungan Untuk tanggal 17-22 Februari 2013
Ul 26:4-10; Mzm 91; Rm 10:8-13; Luk 4:1-13

            Godaan-godaan hidup bisa menghantar kita pada 2 pribadi yakni dekat dengan Tuhan atau dekat dengan iblis. Godaan bukanlah sebuah dosa. Baru menjadi dosa ketika kita mengamini dan melakukannya dengan sengaja. Firman minggu ini mendidik kita untuk mengetahui jalan pikir dan rencana iblis, yang mau menggagalkan hidup berkelimpahan dalam Tuhan. Apa godaan-godaan iblis itu?
            Pertama, hidup di padang gurun. Artinya hidup yang kering, kesendirian, kesepian, kegalauan hati, gersang rohani, dalam keadaan stress yang menekan sehingga kita hanya berpikir tentang penderitaan diri sendiri. Setan menggoda, lihat mana tak ada yang peduli pada kita saat menderita. Kita dikucilkan dan tak berarti, melalui pikiran negartif kita dibuat setan bahwa tak ada yang menolong bahkan Tuhan terasa jauh.
            Kedua, mengubah batu menjadi roti. Artinya, dalam kondisi lapar, Yesus digoda. Iblis sangat licik, dalam kondisi “lapar” artinya dalam keadaan lelah, sibuk, penat, lengah, kita dibuat untuk menyimpang dari jalan Allah. Setan mengubah sesuatu yang tak enak (batu) diubah menjadi enak, nikmat (roti). Jalan tol, jalan pintas selalu dirancang iblis agar kita jatuh dalam pelukan dosa. Maraknya korupsi, tak jujur, nyontek, adalah jalan pintas yang diajarkan iblis agar kita masuk perangkapnya.
            Ketiga, semua itu milik kita. Setan mencoba agar kita bisa memiliki sebanyak-banyaknya. Membuat kita mabuk dengan kerja, cari uang sebesar-besarnya. Pokoknya rebut, sedot, ambil, raih, semua itu milikmu. Padahal kita ditipu oleh setan, saat mati kita tak bawa apa-apa. Apa yang kita miliki ternyata bukan milik kita melainkan milik Tuhan. Semoga masa tobat ini, kita diberi kekuatan iman untuk mengikuti Yesus dalam aneka ujian hidup.

­­­Senin, Im 19:1-2.11-18; Mzm 19; mat 25:31-46
Apa syarat memasuki hidup kekal adalah hidup kudus menyadari pengiringan Tuhan setiap saat, membenci perbuat dosa dan kemunafikan, serta berbuat cinta kasih kepada sesama yang miskin, terlantar dan sakit.
Selasa, Yes 55:10-11; Mzm 34; Mat 6:7-15
Inti dari dosa adalah melakukan kehendak Allah yakni terarah pada mengampuni sesama, mengasihi Allah lebih dan menggerakkan belas kasih pada sesama kita.
Rabu, Yun 3:1-10; Mzm 51; Luk 11:29-32
Bertobat berarti “stop” dosa dan berbalik pada Tuhan, menyadari hati yang remuk redam dan menyesal, lalu mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya.
Kamis, Ester 4:10c-12.17-19; Mzm 138; Mat 7:7-12
Bagaimana doa dikabulkan? Mintalah pendapat dari Allah dalam doa, carilah dengan penuh gairah dan ketuklah, ulangi dan coba terus dengan setia bila gagal.
Jumat, 1 Ptr 5:1-4; Mzm 23; Mat 16:13-19
Tahta Petrus bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Kewenangan dan kuasa dalam Gereja adalah alat terbaik untuk membawa orang pada Allah dan menuntun orang pada pintu keselamatan.
Sabtu, Ul  26:16-19; Mzm 119; Mat 5:43-48
Haruslah kamu sempurna adalah keinginan Allah. Hidup sempurna itu soal mengasihi. Contoh : memberikati musuh, mendoakan orang yang membenci dan memberkati orang yang membuat kita menderita.
Minggu, Kej 15:5-12.17-18; Mzm 27; Flp 3:20-4:1;
Luk 9:28b-36
Petrus dan temannya tertidur saat berdoa. Tidur bisa menjadi penghalang hidup rohani. Tidur berarti secara fisik hadir tapi rohnya mati. Tertidur. Maka orang tidur tak ada rasa mujizat Allah, malas melakukan pertolongan, orang tidur tak ada karya Allah dan tak ada yang bisa dibanggakan di mata Tuhan, dan orang tidur pasti tak memahami rencana Allah sehingga selalu gagal dalam nbiat-niat suci.

Belajar dari Tokoh Kitab Suci:  SARA
Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? (Kejadian 18:14)
Setelah menanti begitu lama (tanpa hasil) akan seorang anak, Sara menjadi bimbang, bahkan mungkin sinis. Kulitnya yang sudah beruumur sembilan puluh tahun itu berkerut. Penglihatannya telah kabur. Tulang-tulangnya berkeretak. Tidak diragukan, pemikirannnya lebih berpusat pada masalah-masalah kesehatan anak! Namun di sinilah Allah berbicara kepadanya dan kepada Abraham bahwa mereka akan segera menjadi ayah dan ibu.
Bagi Sara, perkataan Allah itu berlebihan dan menggelikan. Demikianlah yang Sara lakukan – dia menertawakan dirinya sendiri. Apakah itu suatu tertawaan yang melecehkan? Apakah itu suatu tertawaan karena keadaan yang memalukan atau terkejut? Kita tidak diberitahu. Tetapi Allah mendengarkan tertawaan dalam hatinya dan menanyakan kepadanya akan hal tersebut.
“Engkau tidak mempercayai Aku” Kata Allah “Apa yang salah kalau Aku menyebabkan engkau memiliki seorang putera pada masa tuamu?
Hey, Aku adalah Allah yang menciptakan alam semesta!”
Sara berusaha untuk menyangkali keraguannya, dengan cara seperti yang biasa kita lakukan. “Aku percaya! Aku percaya! Tentu saja, Allah adalah Allah Yang Maha Kuasa! Ia dapat melakukan apapun!” itulah yang kita klaim. Kemudian kita berpaling pada nafas yang berikutnya dan berfokus kepada masalah kita. Ketika kita melakukan hal itu, kita menjadi kecewa, tertekan, dan merasa putus asa. “Mengerikan!, tidak ada gunanya!”. Kita meratap dan menjerit.
            Situasi “tanpa harapan” apa yang Anda hadapi pada hari ini? Daripada melihat berapa besar masalah Anda, sebagai gantinya mengapa tidak merenungkan kebesaran Allah Anda? Tidak ada – tidak ada hal yang terlalu sulit bagi Dia. Maukan Anda mempercayai Dia untuk berkarya dalam hidup Anda pada hari ini?

Sumber :
Life Lessons from The Bible

Tinggal Dalam Kristus secara Eskatologis

            Dengan kenaikanNya ke surga, Tuhan Yesus dimuliakan. Kini Ia duduk di sisi kanan Allah Bapa. Dia masuk dalam kemuliaanNya yang penuh bersama Bapa dan Roh Kudus. Justru karena Kristus telah dimuliakan dan kini hadir di tengah kita dalam Ekaristi, Ekaristi sekaligus menghadirkan kemuliaan surgawi. Inilah dimensi eskatologis. Kata eskatologi berasal dari bahasa Yunani: eschata (=hal-hal terakhir) dan logos (=pembicaraan). Dapat dikatakan, dimensi eskatologis berarti dimensi kemuliaan surgawi yang kini telah mulai hadir dalam sejarah hidup kita sekarang ini.
            Dengan indah Paus Yohanes Paulus II berkata : “Sungguh Ekaristi adalah secercah penampakan surga di atas bumi. Ekaristi adalah seberkas sinar mulia dari Yerusalem surgawi yang menembus awan sejarah dan menerangi peziarahan kita” (Ensiklik Ecclesia de Eucharistia, no.19). Bila kita tinggal dalam Kristus secara khusus melalui Perayaan Ekaristi, ternyata kitapun telah mencicipi perayaan perjamuan surgawi. Sebab Yesus sendiri juga berkata: “Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan Dia pada akhir zaman” (Yoh 6:54)
            Karena tujuan akhir kita di surga kelak adalah persatuan dengan Tuhan, maka Komuni kudus yang kita terima di dunia ini adalah semacam kenyataan yang akan mencapai kesempurnaannya di surga kelak. Maka Ekaristi menuntun kita semua untuk mencapai tujuan akhir, di mana persekutuan dengan Allah dan sesama mencapai kesatuan yang sempurna, yaitu “keadaan persatuan dengan Kristus, yang pada saat yang sama membuatnya mungkin untuk masuk ke dalam kesatuan yang hidup dengan Allah sendiri, sehingga Tuhan dapat menjadi semua di dalam semua(1Kor 15:28).”

Sumber :
Katekese Liturgi
Pra-Misa Hari Minggu 2013

MENGENAL KITAB  PENGKHOTBAH
                        PENULIS : Sang penulis bercerita mengenai dirinya sendiri dalam Pasal 1, ayat 1 : yaitu sebagai anak Daud, raja di Yerusalem. Keterangan itu ditambah ucapannya mengenai kekayaannya, kearifannya serta kegiatannya dalam bidang pembangunan, menunjuk kepada satu orang – Salomo.
            JUDUL : “Pengkhotbah” berarti orang yang sering berkhotbah di depan kumpulan orang.
TEMPAT: Pengkhotbah adalah kitab ke-4 dari lima kitab Puisi dan kitab ke-21 dari Perjanjian Lama.
RINGKASAN BUKU :
Salomo menjelaskan kepada para pembacanya apa yang telah dipelajarinya dalam hidupnya sendiri, yaitu : Betapa pun kaya Anda atau hebatnya Anda, itu kurang penting. Yang paling penting ialah untuk mengasihi serta mematuhi Allah.

   BERITA PASTORAL
1.      Bagi calon Babtis | Katekumen Dewasa agar mendaftarkan diri ke Sekretariat Paroki; sebab pelajaran baru dimulai
2.      Bagi calon penerima Komuni I diharap mendaftarkan diri kepada Pembina BIAK. Usia 10 tahun atau kelas IV SD
3.      Babtisan Bayi diadakan setiap hari minggu ke-3 dalam bulan. Bila ada :
A.      Orang tuanya supaya melapor ke Pastor terlebih dahulu jauh sebelumnya, karena orangtuanya perlu pelajaran pembelakan terlebih dahulu
B.     Mengisi Formulir Babrisan yang diketahui Ketua Lingkungan.
4.      Kolekte tanggal 10 Februari 2013 :
Kolekte I  : Rp 943.200,00
Kolekte II : Rp 643.200,00
5.      Pertemuan APP-2013 Lingkungan “Regina Prophetarum”(Ratu Para Nabi)
-          Pertemuan I           : Kamis, 14 Februari 2013, jam 19.00
              Di P. Yosef Harjanto
-          Pertemuan II         : Kamis, 21 Februari 2013, jam 19.00
              Di B. Endang | B. Hasmino
-          Pertemuan III        : Kamis, 28 Februari 2013, jam 19.00
              Di P. Djono
-          Pertemuan IV        : Kamis, 7 Maret 2013, jam 19.00
                Di P. Enggar

Thursday, February 14, 2013

Regina Pacis Magetan : KOKI Edisi 194

Ul 4:1-2.6-8;Yak1:17-18.21-27;Mrk7:1-23
                Pernyataan ini penting: “Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul pikiran jahat.” Bagaimana Sabda Tuhan ini dimaknai dalam hidup?
                Pertama, Saringlah atau pilihlah yang dari luar sebelum kita masukkan dalam hati dan pikiran kita agar kita mendapat “vitamin” kehidupan sehari-hari. Stress, beban pikiran berat karena ketidakmampuan kita menyaring dan memilah apa yang baik dan benar dalam hati-pikiran kita. Kita harus memilih untuk bahagia.

                Kedua, Yang ada di dalam, yakni hati dan pikiran kita adalah yang paling penting dan utama untuk diper-hati-kan. Jangan sampai hati dan pikiran kita dikotori dan ternoda oleh hal yang menajiskan. Maka isilah dengan perkara yang baik dan benar.
                Ketiga, Kualitas orang katolik ditentukan oleh apa yang kita keluarkan dari hati dan pikiran kita. Maka jalan evaluasi hati dan pikiran, refleksi diri dan pembenahan diri terus menerus adalah jalan untuk pemurnian diri. Jangan sampai kita menyembah Allah hanya dengan bibir tetapi hati kita jauh dari Allah. Waspadailah apa yang keluar dari hati dan pikiran, apakah semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, yang sedap didengar, patut dipuji yang kita renungkan?

Senin, 1Kor 2:1-5; Luk 4:16-30
Misi Yesus adalah mewartakan kabar baik kepada orang miskin dan tertindas. Sebagai murid Yesus kita pun ambil bagian dalam misi dan karyaNya.
Selasa, 1Kor 2:10b-16; Luk 4:31-37
Jangan berhenti pada rasa kagum atas Yesus yang penuh kuasa dan wibawa. Kita diundang untuk semakin mengimani dan mengabdi pada Allah. Kehadiranku adalah kehadiranMu yang kudus.
Rabu, 1Kor 3:1-9; Luk 4:38-44
Orang hanya ingin mencari mukjizat, penyembuhan, tetapi tak menumbuhkan iman pada Allah. Yang utama bukanlah sensasi mukjizat melainkan pewartaan Injil  dan keselamatan jiwa di mana pun kita berada.
Kamis, 1 Kor 3:18-23;Luk 5:1-11
Mengandalkan kemampuan sendiri, kita tak berhasil; sebaliknya ketika kita menyadari kerapuhan kita, kuasa dan rahmatNya bekerja dalam hidup.
Jumat,1Kor 4:1-5, Luk 5:33-39
Berpuasa dan praktek keagamaan kita adalah sarana untuk bertemu dan bersatu dengan Yesus. Puasa adalah jalan pemurnian, pencerahan dan persatuan dengan Yesus.
Sabtu, Mikha 5:2-5a; Mat 1:1-16,18-23
Melalui bunda Maria, kita mengenal Juru selamat yakni Yesus. demikian juga lewat diri kita, banyak orang mengenal dan mencintai Yesus.
Minggu, Yes 35:4-7a, Yak 2:1-5,Mrk 7:31-37
Yang tuli mendengar, yang buta melihat, yang bisu mendengar, yang lumpuh berjalan. Demikianlah hidup kita sama seperti Yesus, menjadikan segalanya baik. Effata, bukalah hati, telinga agar kita pun peka untuk mewartakan kabar gembira di tengah keluarga dan masyarakat.

Menu Katekese Liturgi : Doa Bapa Kami


                Doa Bapa kami ini diucapkan atau dinyanyikan oleh seluruh umat beriman setelah ajakan berdoa dari imam. PUMR 81 menyatakan,”Dalam doa Tuhan, Bapa kami, umat beriman mohon rezeki sehari-hari. Bagi Umat Kristen Rezeki sehari-hari itu terutama adlah roti Ekaristi. Umat juga memohon pengampunan dosa supaya anugerah kudus itu diberikan kepada umat yang kudus. Imam mengajak jemaat untuk berdoa, dan seluruh umat beriman membawakan Bapa kami bersama-sama dengan imam.”
                Rumusan ajakan imam untuk berdoa Bapa kami menunjuk pada pengakuan bahwa kita hanya mampu berdoa dan menyapa Allah sebagai Bapa karena rahmat ilahi saja. Pertama, itu karena perintah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dan kedua, rahmat ilahi itu ialah Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita.
                Doa Bapa kami masuk ke ritus komuni dari Liturgi Ekaristi, karena isinya sesuai dengan ritus komuni yaitu permohonan rezeki hari ini. Bagi umat beriman rezeki itu terutama adalah roti Ekaristis. Permohonan pengampunan dan damai, sebagaimana diungkapkan dalam doa Bapa Kami, juga merupakan persiapan yang tepat untuk menyambut Kristus dalam komuni.
                Para Bapa Gereja melihat kaitan doa Bapa Kami dan Komuni bukan hanya berkaitan dengan isi doa Bapa Kami yang memohon rezeki saja tetapi juga dalam kaitannya dengan doa permohonan atas pengampunan punan ini hidup persaudaraan dan persekutuan tidaklah mungkin.  Permohonan ini menggarisbawahi rekonsiliasi, kerukunan, kesatuan dan damai. Barang siapa mau menyambut Tubuh Kristus, harus mempunyai kemampuan untuk berdamai, untuk hidup rukun dan untuk mengampuni.
(Diambil dari kateke liturgy dari keuskupan)

BULAN KITAB SUCI NASIONAL 2012
                Tema Bulan Kitab Suci Nasional 2012 adalah Murid-murid Yesus Menyaksikan MukjizatNya. Dalam bahasa latin: miraculum, yang menunjuk karya kuasa yang dikerjakan Yesus Pribadi dan Kerajaan Allah yang Ia wartakan. Ada 4 jenis mukjizat: Penyembuhan (Mrk 2:1-12), Pengusiran setan (Mat 19:28), Menghidupkan orang mati (Mrk 5:21-43), Mukjizat alam, dibagi menjadi Mukjizat pemberian (Yoh 2:1-11), Mukjizat penampakan Tuhan (Mrk 6:42-52), Mukjizat Penyelamatan (Mrk 4:35-41) dan Mukjizat kutukan (Mrk 11:12-14,20-21).
                Pertanyaannya sekarang, apakah mukjizat itu mungkin? Apakah mukjizat itu memang terjadi? Dikisahkan, menurut diagnose dokter, hidupnya tinggal seminggu lagi. Vonis dokter ini tak membuatnya lelah dan patah semangat berdoa dan berbuat baik. Hingga akhirnya ketika dokter yang memeriksanya: heran, ternyata penyakit tumor ganasnya hilang. Tak ada lagi. Ia sembuh total dan bisa bekerja, dan membantu banyak orang karena mukjizat penyembuhan itu. Ternyata mukjizat Allah masih terjadi di masa sekarang ini asalkan kita sungguh-sungguh percaya dan melihat kuasaNya bekerja dalam diri kita.
                Yang terpenting dari Mukjizat Yesus itu adalah Yesus mau menunjukkan bahwa Dia punya kepeduliaan dan belaskasih. Bukan pamer kuasa dan kesombongan, sebaliknya kuasa dan kekuatan Allah itu nyata atas diriNya, karena Yesus adalah Anak Allah yang menjelma menjadi manusia. Lewat mukjizat itu, Kemuliaan Allah dan kerajaan kasihNya semakin diwartakan. Ingat mukjizat terjadi karena iman dan pertobatan seseorang.

Tuhan selalu memberi tanda

                Seorang lelaki yang sangat takut mati pada suatu malam bermimpi bertemu dengan Malaikat Maut. Walaupun pada awalnya ia sangat ketakutan dan berusaha menghindar, ia pun menjadi tenang kembali begitu tahu bahwa si malaikat belum akan mencabut nyawanya pada saat itu. Seketika sebuah gagasan cemerlang muncul di kepalanya. Selama ini ia menyaksikan banyak teman-temannya yang tidak siap ketika Malaikat Maut datang. Bahkan  beberapa di antara mereka dicabut nyawanya ketika sedang melakukan pekerjaan yang buruk. Oleh karena itu, ia minta kepada si Malaikat agar memberi tahu terlebih dulu sebelum ia datang. Ini penting agar si lelaki bisa betul-betul siap dan berada dalam kondisi yang terbaik di akhir hidupnya. Permintaannya dikabulkan.
                Tahun demi tahun berlalu. Kehidupan pun berjalan terus. Suatu hari si lelaki kaget bukan kepalang begitu melihat Malaikat Maut berada persis di hadapannya. “Mengapa Engkau datang tanpa memberitahu? Mengapa Engkau datang menyalahi perjanjian yang telah kita sepakati? Lelaki itu memberondong si malikat dengan sejumlah pertanyaan, wajahnya tampak tegang dan pucat.
Namun si malaikat menjawab dengan penuh ketenangan, Aku tidak pernah menyalahi janji yagn telah kita buat bersama, Tuturnya lembut. Ada banyak tanda yang telah kuberikan kepadamu jika kamu benar-benar memperhatikannya. Tambahnya lagi: bukankah rambutmu sekarang sudah memutih, gigimu sudah mulai tanggal, kekuatan fisikmu sudah berkurang? Bukankah anak-anakmu sudah besar bahkan sudah memberimu cucu? Bukankah aku selalu memberi tahu kepadamu melalui teman-temanmu yang sakit dan kemudian berpulang?

Sudahkah kita sadar dan memperhatikan Tanda-tanda yang Tuhan berikan?
(diambil dari You are not alone)

9 tugas dan tanggungjawab Pengurus Lingkungan

1.Melakukan pendataan warga lingkungan dengan tujuan supaya mereka makin terlayani.
2.Mengatur penyelenggaraan ibadat bersama, pendalaman iman, dan Ekaristi bagi warga lingkungan.
3.Mengusahakan terwujudnya semangat persaudaraan dan pelayanan antar warga lingkungan dan dengan warga masyarakat sekitar.
4.Mendorong warga lingkungan agar berperanserta dalam kegiatan-kegiatan RT/RW setempat.
5.Mengikutsertakan umat lingkungan dalam peristiwa-peristiwa penting dalam keluarga warga lingkungan, seperti kelahiran, pembaptisan, pertunanan, perkawinan, sakit dan kematian.
6.Mewujudkan solidaritas kepada warga lingkungan yang menderita dan berkekurangan, yang sakit dan yang lanjut usia.
7.Memperhatikan anak-anak supaya mereka mendapatkan pendidikan Katolik sejak dini dan memperhatikan kaum muda agar mereka didampingi dalam pembentukan nilai-nilai Kristiani.
8,Bekerjasama dengan seluruh warga lingkungan untuk menemukan ungkapan-ungkapan kreatif yang melibatkan semakin banyak warga.
9.Mengusahakan agar warga lingkungan yang belum bisa aktif tetap disapa dan dijadikan bagian dari persaudaraan lingkungan. (Diambil dari Pedoman Dasar DPP dan BGKP)


Hidangan utama:
Sifat tak terpustakan ikatan Perkawinan
(berdasarkan  kanon 1056)

A. Arti
Ikatan perkawinan berlaku seumur hidup karena perkawinan berarti penyerahan diri secara total tanpa syarat, juga tanpa pembatasan waktu di dunia fana ini.
B. Implikasi
Memang kesesatan saja tentang sifat-sifat hakiki perkawinan tidak otomatis membuat perkawinan menjadi tidak sah, tetapi sifat-sifat hakiki ini juga menjadi obyek konsensus perkawinan (Kan. 1099).
Barangsiapa menjanjikan kesetiaan  tetapi tidak menghendaki perkawinan seumur hidup melakukan simulasi parsial yang membuat perkawinan itu menjadi tidak sah.
Barangsiapa bercerai, tidak memenuhi janjinya untuk menikah seumur hidup, dan bila ia menikah lagi, maka perkawinan itu tidak sah, karena masih terikat pada perkawinan sebelumnya.
Itulah salah satu kesulitan umat Katolik di Indonesia, di mana 60 % perkawinan setiap tahun diceraikan.
C.Dasar
Dalam Kitab Suci : misalnya Mrk 10:2-12; Mat 5: 31-32; 19:2-12; Luk 16:18.
Ajaran Gereja : Konsili Trente (DS 1807); Konsili Vatikan II (GS 48), Familiaris Consortio 20; Katekismus Gereja Katolik 1644-1645.
Penalaran akal sehat memang dapat mengajukan aneka argumen untuk mendukung sifat tak terputusnya perkawinan, misalnya martabat pribadi manusia yang patut dicintai tanpa reserve, kesejahteraan suami istri, terutama istri dan anak-anak, terutama yang masih kecil. Tetapi argumen-argumen ini tak dapat membuktikan secara mutlak, artinya tanpa kekecualian.
D. Tingkat kekukuhan
Perkawinan Katolik bersifat permanen dan tak terceraikan, baik secara intrinsik (oleh suami istri sendiri) maupun ekstrinsik (oleh pihak luar). Dalam hal perkawinan antara orang-orang yang telah dibaptis, perkawinan itu memperoleh kekukuhan atas dasar sakramen. Meski demikian, hukum masih mengakui adanya tingkat-tingkat kekukuhan dalam perkawinan sesuai macam perkawinan itu sendiri.
(1) Perkawinan putativum (putatif): perkawinan tak sah yang diteguhkan dengan itikad baik sekurang-kurangnya oleh satu pihak (Kan 1061, $ 1). Secara hukum perkawinan ini tidak mempunyai sifat kekukuhan dan ketakterceraian sama sekali.
(2) Perkawinan legitimum antara dua orang non-baptis. Perkawinan ini sah, tapi tak sakramental, yang sekaligus mempunyai Ul 4:1-2.6-8;Yak1:17-18.21-27;Mrk7:1-23
                Pernyataan ini penting: “Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul pikiran jahat.” Bagaimana Sabda Tuhan ini dimaknai dalam hidup?
                Pertama, Saringlah atau pilihlah yang dari luar sebelum kita masukkan dalam hati dan pikiran kita agar kita mendapat “vitamin” kehidupan sehari-hari. Stress, beban pikiran berat karena ketidakmampuan kita menyaring dan memilah apa yang baik dan benar dalam hati-pikiran kita. Kita harus memilih untuk bahagia.
                Kedua, Yang ada di dalam, yakni hati dan pikiran kita adalah yang paling penting dan utama untuk diper-hati-kan. Jangan sampai hati dan pikiran kita dikotori dan ternoda oleh hal yang menajiskan. Maka isilah dengan perkara yang baik dan benar.
                Ketiga, Kualitas orang katolik ditentukan oleh apa yang kita keluarkan dari hati dan pikiran kita. Maka jalan evaluasi hati dan pikiran, refleksi diri dan pembenahan diri terus menerus adalah jalan untuk pemurnian diri. Jangan sampai kita menyembah Allah hanya dengan bibir tetapi hati kita jauh dari Allah. Waspadailah apa yang keluar dari hati dan pikiran, apakah semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, yang sedap didengar, patut dipuji yang kita renungkan?

Senin, 1Kor 2:1-5; Luk 4:16-30
Misi Yesus adalah mewartakan kabar baik kepada orang miskin dan tertindas. Sebagai murid Yesus kita pun ambil bagian dalam misi dan karyaNya.
Selasa, 1Kor 2:10b-16; Luk 4:31-37
Jangan berhenti pada rasa kagum atas Yesus yang penuh kuasa dan wibawa. Kita diundang untuk semakin mengimani dan mengabdi pada Allah. Kehadiranku adalah kehadiranMu yang kudus.
Rabu, 1Kor 3:1-9; Luk 4:38-44
Orang hanya ingin mencari mukjizat, penyembuhan, tetapi tak menumbuhkan iman pada Allah. Yang utama bukanlah sensasi mukjizat melainkan pewartaan Injil  dan keselamatan jiwa di mana pun kita berada.
Kamis, 1 Kor 3:18-23;Luk 5:1-11
Mengandalkan kemampuan sendiri, kita tak berhasil; sebaliknya ketika kita menyadari kerapuhan kita, kuasa dan rahmatNya bekerja dalam hidup.
Jumat,1Kor 4:1-5, Luk 5:33-39
Berpuasa dan praktek keagamaan kita adalah sarana untuk bertemu dan bersatu dengan Yesus. Puasa adalah jalan pemurnian, pencerahan dan persatuan dengan Yesus.
Sabtu, Mikha 5:2-5a; Mat 1:1-16,18-23
Melalui bunda Maria, kita mengenal Juru selamat yakni Yesus. demikian juga lewat diri kita, banyak orang mengenal dan mencintai Yesus.
Minggu, Yes 35:4-7a, Yak 2:1-5,Mrk 7:31-37
Yang tuli mendengar, yang buta melihat, yang bisu mendengar, yang lumpuh berjalan. Demikianlah hidup kita sama seperti Yesus, menjadikan segalanya baik. Effata, bukalah hati, telinga agar kita pun peka untuk mewartakan kabar gembira di tengah keluarga dan masyarakat.

Menu Katekese Liturgi : Doa Bapa Kami


                Doa Bapa kami ini diucapkan atau dinyanyikan oleh seluruh umat beriman setelah ajakan berdoa dari imam. PUMR 81 menyatakan,”Dalam doa Tuhan, Bapa kami, umat beriman mohon rezeki sehari-hari. Bagi Umat Kristen Rezeki sehari-hari itu terutama adlah roti Ekaristi. Umat juga memohon pengampunan dosa supaya anugerah kudus itu diberikan kepada umat yang kudus. Imam mengajak jemaat untuk berdoa, dan seluruh umat beriman membawakan Bapa kami bersama-sama dengan imam.”
                Rumusan ajakan imam untuk berdoa Bapa kami menunjuk pada pengakuan bahwa kita hanya mampu berdoa dan menyapa Allah sebagai Bapa karena rahmat ilahi saja. Pertama, itu karena perintah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dan kedua, rahmat ilahi itu ialah Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita.
                Doa Bapa kami masuk ke ritus komuni dari Liturgi Ekaristi, karena isinya sesuai dengan ritus komuni yaitu permohonan rezeki hari ini. Bagi umat beriman rezeki itu terutama adalah roti Ekaristis. Permohonan pengampunan dan damai, sebagaimana diungkapkan dalam doa Bapa Kami, juga merupakan persiapan yang tepat untuk menyambut Kristus dalam komuni.
                Para Bapa Gereja melihat kaitan doa Bapa Kami dan Komuni bukan hanya berkaitan dengan isi doa Bapa Kami yang memohon rezeki saja tetapi juga dalam kaitannya dengan doa permohonan atas pengampunan punan ini hidup persaudaraan dan persekutuan tidaklah mungkin.  Permohonan ini menggarisbawahi rekonsiliasi, kerukunan, kesatuan dan damai. Barang siapa mau menyambut Tubuh Kristus, harus mempunyai kemampuan untuk berdamai, untuk hidup rukun dan untuk mengampuni.
(Diambil dari kateke liturgy dari keuskupan)

BULAN KITAB SUCI NASIONAL 2012
                Tema Bulan Kitab Suci Nasional 2012 adalah Murid-murid Yesus Menyaksikan MukjizatNya. Dalam bahasa latin: miraculum, yang menunjuk karya kuasa yang dikerjakan Yesus Pribadi dan Kerajaan Allah yang Ia wartakan. Ada 4 jenis mukjizat: Penyembuhan (Mrk 2:1-12), Pengusiran setan (Mat 19:28), Menghidupkan orang mati (Mrk 5:21-43), Mukjizat alam, dibagi menjadi Mukjizat pemberian (Yoh 2:1-11), Mukjizat penampakan Tuhan (Mrk 6:42-52), Mukjizat Penyelamatan (Mrk 4:35-41) dan Mukjizat kutukan (Mrk 11:12-14,20-21).
                Pertanyaannya sekarang, apakah mukjizat itu mungkin? Apakah mukjizat itu memang terjadi? Dikisahkan, menurut diagnose dokter, hidupnya tinggal seminggu lagi. Vonis dokter ini tak membuatnya lelah dan patah semangat berdoa dan berbuat baik. Hingga akhirnya ketika dokter yang memeriksanya: heran, ternyata penyakit tumor ganasnya hilang. Tak ada lagi. Ia sembuh total dan bisa bekerja, dan membantu banyak orang karena mukjizat penyembuhan itu. Ternyata mukjizat Allah masih terjadi di masa sekarang ini asalkan kita sungguh-sungguh percaya dan melihat kuasaNya bekerja dalam diri kita.
                Yang terpenting dari Mukjizat Yesus itu adalah Yesus mau menunjukkan bahwa Dia punya kepeduliaan dan belaskasih. Bukan pamer kuasa dan kesombongan, sebaliknya kuasa dan kekuatan Allah itu nyata atas diriNya, karena Yesus adalah Anak Allah yang menjelma menjadi manusia. Lewat mukjizat itu, Kemuliaan Allah dan kerajaan kasihNya semakin diwartakan. Ingat mukjizat terjadi karena iman dan pertobatan seseorang.

Tuhan selalu memberi tanda

                Seorang lelaki yang sangat takut mati pada suatu malam bermimpi bertemu dengan Malaikat Maut. Walaupun pada awalnya ia sangat ketakutan dan berusaha menghindar, ia pun menjadi tenang kembali begitu tahu bahwa si malaikat belum akan mencabut nyawanya pada saat itu. Seketika sebuah gagasan cemerlang muncul di kepalanya. Selama ini ia menyaksikan banyak teman-temannya yang tidak siap ketika Malaikat Maut datang. Bahkan  beberapa di antara mereka dicabut nyawanya ketika sedang melakukan pekerjaan yang buruk. Oleh karena itu, ia minta kepada si Malaikat agar memberi tahu terlebih dulu sebelum ia datang. Ini penting agar si lelaki bisa betul-betul siap dan berada dalam kondisi yang terbaik di akhir hidupnya. Permintaannya dikabulkan.
                Tahun demi tahun berlalu. Kehidupan pun berjalan terus. Suatu hari si lelaki kaget bukan kepalang begitu melihat Malaikat Maut berada persis di hadapannya. “Mengapa Engkau datang tanpa memberitahu? Mengapa Engkau datang menyalahi perjanjian yang telah kita sepakati? Lelaki itu memberondong si malikat dengan sejumlah pertanyaan, wajahnya tampak tegang dan pucat.
Namun si malaikat menjawab dengan penuh ketenangan, Aku tidak pernah menyalahi janji yagn telah kita buat bersama, Tuturnya lembut. Ada banyak tanda yang telah kuberikan kepadamu jika kamu benar-benar memperhatikannya. Tambahnya lagi: bukankah rambutmu sekarang sudah memutih, gigimu sudah mulai tanggal, kekuatan fisikmu sudah berkurang? Bukankah anak-anakmu sudah besar bahkan sudah memberimu cucu? Bukankah aku selalu memberi tahu kepadamu melalui teman-temanmu yang sakit dan kemudian berpulang?

Sudahkah kita sadar dan memperhatikan Tanda-tanda yang Tuhan berikan?
(diambil dari You are not alone)

9 tugas dan tanggungjawab Pengurus Lingkungan

1.Melakukan pendataan warga lingkungan dengan tujuan supaya mereka makin terlayani.
2.Mengatur penyelenggaraan ibadat bersama, pendalaman iman, dan Ekaristi bagi warga lingkungan.
3.Mengusahakan terwujudnya semangat persaudaraan dan pelayanan antar warga lingkungan dan dengan warga masyarakat sekitar.
4.Mendorong warga lingkungan agar berperanserta dalam kegiatan-kegiatan RT/RW setempat.
5.Mengikutsertakan umat lingkungan dalam peristiwa-peristiwa penting dalam keluarga warga lingkungan, seperti kelahiran, pembaptisan, pertunanan, perkawinan, sakit dan kematian.
6.Mewujudkan solidaritas kepada warga lingkungan yang menderita dan berkekurangan, yang sakit dan yang lanjut usia.
7.Memperhatikan anak-anak supaya mereka mendapatkan pendidikan Katolik sejak dini dan memperhatikan kaum muda agar mereka didampingi dalam pembentukan nilai-nilai Kristiani.
8,Bekerjasama dengan seluruh warga lingkungan untuk menemukan ungkapan-ungkapan kreatif yang melibatkan semakin banyak warga.
9.Mengusahakan agar warga lingkungan yang belum bisa aktif tetap disapa dan dijadikan bagian dari persaudaraan lingkungan. (Diambil dari Pedoman Dasar DPP dan BGKP)


Hidangan utama:
Sifat tak terpustakan ikatan Perkawinan
(berdasarkan  kanon 1056)

A. Arti
Ikatan perkawinan berlaku seumur hidup karena perkawinan berarti penyerahan diri secara total tanpa syarat, juga tanpa pembatasan waktu di dunia fana ini.
B. Implikasi
Memang kesesatan saja tentang sifat-sifat hakiki perkawinan tidak otomatis membuat perkawinan menjadi tidak sah, tetapi sifat-sifat hakiki ini juga menjadi obyek konsensus perkawinan (Kan. 1099).
Barangsiapa menjanjikan kesetiaan  tetapi tidak menghendaki perkawinan seumur hidup melakukan simulasi parsial yang membuat perkawinan itu menjadi tidak sah.
Barangsiapa bercerai, tidak memenuhi janjinya untuk menikah seumur hidup, dan bila ia menikah lagi, maka perkawinan itu tidak sah, karena masih terikat pada perkawinan sebelumnya.
Itulah salah satu kesulitan umat Katolik di Indonesia, di mana 60 % perkawinan setiap tahun diceraikan.
C.Dasar
Dalam Kitab Suci : misalnya Mrk 10:2-12; Mat 5: 31-32; 19:2-12; Luk 16:18.
Ajaran Gereja : Konsili Trente (DS 1807); Konsili Vatikan II (GS 48), Familiaris Consortio 20; Katekismus Gereja Katolik 1644-1645.
Penalaran akal sehat memang dapat mengajukan aneka argumen untuk mendukung sifat tak terputusnya perkawinan, misalnya martabat pribadi manusia yang patut dicintai tanpa reserve, kesejahteraan suami istri, terutama istri dan anak-anak, terutama yang masih kecil. Tetapi argumen-argumen ini tak dapat membuktikan secara mutlak, artinya tanpa kekecualian.
D. Tingkat kekukuhan
Perkawinan Katolik bersifat permanen dan tak terceraikan, baik secara intrinsik (oleh suami istri sendiri) maupun ekstrinsik (oleh pihak luar). Dalam hal perkawinan antara orang-orang yang telah dibaptis, perkawinan itu memperoleh kekukuhan atas dasar sakramen. Meski demikian, hukum masih mengakui adanya tingkat-tingkat kekukuhan dalam perkawinan sesuai macam perkawinan itu sendiri.
(1) Perkawinan putativum (putatif): perkawinan tak sah yang diteguhkan dengan itikad baik sekurang-kurangnya oleh satu pihak (Kan 1061, $ 1). Secara hukum perkawinan ini tidak mempunyai sifat kekukuhan dan ketakterceraian sama sekali.
(2) Perkawinan legitimum antara dua orang non-baptis. Perkawinan ini sah, tapi tak sakramental, yang sekaligus mempunyai sifat kekukuhan, namun bisa diceraikan dengan Previlegium Paulinum *karena suatu alasan yang berat.
(3) Perkawinan legitimum antar seorang baptis dan seorang non-baptis. Perkawinan ini pun sah, tapi tak sakramental karena salah satu pasangan belum atau tidak dibaptis. Perkawinan inipun dapat dibubarkan karena suatu alasan yang berat dengan Previlegium Petrinum (Previlegi Iman)**, walaupun telah memperoleh ciri kekukuhan dalam dirinya.
(4) Perkawinan ratum (et non consumatum): perkawinan sah dan sakramental, tapi belum disempurnakan dengan persetubuhan (Kan 1061, $1). Tingkat kekukuhan perkawinan ini sudah masuk kategori khusus atas dasar sakramen, namun karena suatu alasan yang sangat berat, masih dapat diputus oleh Paus.
(5) Perkawinan ratum et consumatum: perkawinan sah, sakramental, dan telah disempurnakan dengan persetubuhan. Perkawinan ini pun mempunyai kekukuhan khusus atas dasar sakramen, tapi lebih dari itu bersifat sama sekali tak terceraikan, krn sudah disempurnakan dengan persetubuhan.  

(Sumber: artikel Rm A Dwi Joko, Pr)

 sifat kekukuhan, namun bisa diceraikan dengan Previlegium Paulinum *karena suatu alasan yang berat.
(3) Perkawinan legitimum antar seorang baptis dan seorang non-baptis. Perkawinan ini pun sah, tapi tak sakramental karena salah satu pasangan belum atau tidak dibaptis. Perkawinan inipun dapat dibubarkan karena suatu alasan yang berat dengan Previlegium Petrinum (Previlegi Iman)**, walaupun telah memperoleh ciri kekukuhan dalam dirinya.
(4) Perkawinan ratum (et non consumatum): perkawinan sah dan sakramental, tapi belum disempurnakan dengan persetubuhan (Kan 1061, $1). Tingkat kekukuhan perkawinan ini sudah masuk kategori khusus atas dasar sakramen, namun karena suatu alasan yang sangat berat, masih dapat diputus oleh Paus.
(5) Perkawinan ratum et consumatum: perkawinan sah, sakramental, dan telah disempurnakan dengan persetubuhan. Perkawinan ini pun mempunyai kekukuhan khusus atas dasar sakramen, tapi lebih dari itu bersifat sama sekali tak terceraikan, krn sudah disempurnakan dengan persetubuhan.  

(Sumber: artikel Rm A Dwi Joko, Pr)